Megatrend- Kejuaraan dunia MotoGP bukan sekadar balapan motor tercepat di dunia, melainkan sebuah pengalaman global yang menyatukan kecepatan, teknologi, emosi, dan hiburan kelas dunia. Semua itu terasa jauh lebih lengkap ketika disaksikan secara langsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hadir langsung di sirkuit memberikan sensasi yang tidak akan pernah tergantikan oleh layar televisi atau siaran digital. Ada tiga hal yang membuat menonton balap di sirkuit lebih mengasyikan daripada di televisi yakni:
Pertama, sensasi suara dan atmosfer menjadi alasan utama. Deru mesin motor MotoGP yang melintas dengan kecepatan lebih dari 300 km/jam menghadirkan getaran nyata yang hanya bisa dirasakan langsung di tribun. Riuh rendah penonton, bendera berbagai negara yang berkibar, serta sorak sorai di setiap tikungan menciptakan atmosfer yang penuh adrenalin. Penonton dapat melihat secara detail teknik para pembalap saat late braking, menikung ekstrem, hingga duel wheel to wheel yang menegangkan.
Kedua, keunikan sirkuit Mandalika menjadikan pengalaman menonton semakin istimewa. Pertamina Mandalika International Circuit merupakan sirkuit kelas dunia dengan latar keindahan alam pesisir selatan Lombok. Pemandangan laut biru, perbukitan hijau, dan garis pantai yang membentang menjadi panorama langka dalam kalender MotoGP. Kombinasi balapan berkecepatan tinggi dan lanskap tropis ini menjadikan Mandalika berbeda dari sirkuit lain di dunia.
Ketiga, pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) juga menawarkan Program Mandalika Experience yang lengkap. Penonton MotoGP bisa berkeliling sirkuit menggunakan kendaraan Riders Parade MotoGP, Honda ADV Experience, Taxi Ride menggunakan mobil balap Agya, bersepeda di sirkuit, dan berbelanja Official Merchandise Mandalika Circuit.
Berbagai hiburan, pertunjukan budaya, festival kuliner, hingga aktivitas UMKM lokal hadir di sekitar area sirkuit. Penonton tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga menikmati wisata, budaya, dan keramahan khas Indonesia. MotoGP di Mandalika menjadi ajang sport tourism yang menyatukan olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Dari sisi akses dan fasilitas, standar internasional terus dikembangkan. Tribun dengan berbagai pilihan view, area hospitality, fan zone, serta sistem keamanan dan kenyamanan yang terus ditingkatkan membuat pengalaman menonton semakin aman dan menyenangkan bagi semua kalangan, termasuk keluarga dan wisatawan mancanegara.
Yang tak kalah penting, hadir langsung di MotoGP Mandalika berarti menjadi bagian dari sejarah balap Indonesia. Setiap sorakan penonton adalah dukungan nyata bagi Indonesia sebagai tuan rumah event balap motor paling bergengsi di dunia. Kehadiran penonton turut mendorong promosi pariwisata nasional sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event global dengan standar tertinggi.
Dengan semua keunggulan tersebut, menonton MotoGP secara langsung di Pertamina Mandalika International Circuit bukan sekadar melihat balapan, melainkan merasakan pengalaman tak terlupakan yang memadukan kecepatan, keindahan alam, hiburan, dan kebanggaan nasional dalam satu momen luar biasa.
Seri Mandalika yang berada di antara seri Jepang (Motegi) dan Australia (Phillip Island) menjadikan balapan di Indonesia sangat penting bagi pembalap dan tim. Setiap poin yang diraih di Mandalika berpotensi menentukan arah klasemen menuju seri penutup musim. Hal ini membuat tensi balapan dipastikan tinggi dan menyuguhkan aksi terbaik para pembalap MotoGP.
Menghadiri langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memberikan nilai lebih bagi penonton. Selain menyaksikan balapan dengan intensitas tinggi, penonton juga menikmati keunikan karakter sirkuit Mandalika yang menuntut presisi, keberanian, dan strategi matang. Tikungan cepat, perubahan elevasi, serta kondisi cuaca tropis kerap menghadirkan tantangan tersendiri yang membuat balapan di Mandalika selalu menarik dan sulit diprediksi.
Juara seri Mandalika selalu silih berganti, mulai dari Miguel Oliviera (2022), Francesco Bagnaia (2023), Jorge Martin (2024), dan FermÃn Aldeguer (2025). Akan menarik apakah Marc Marquez akan mampu finish di balapan utama (main race) di Mandalika karena selama ini Marc Marquez selalu tidak finis di balapan utama.
Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) menyatakan bahwa penyelenggaraan MotoGP 2026 di Mandalika kembali menjadi momen penting dan bagian dari sejarah motorsport bagi Indonesia.
“Dengan jadwal 9–11 Oktober 2026, Mandalika berpeluang bagi pimpinan klasemen mengunci juara MotoGP 2026. Seperti halnya tahun lalu 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia nyaris menjadi arena penobatan Marc Marquez meraih juara dunia, namun berbekal pengalaman dan konsistensi Marc Marquez sepanjang lomba di Motegi, gelar telah dikunci di Motegi, Jepang, seminggu sebelum seri Mandalika," ungkap Priandhi Satria.
Priandhi Satria menambahkan, menyaksikan langsung MotoGP di Mandalika bukan hanya menyaksikan balapan, tetapi juga merasakan pengalaman utuh. “MotoGP Mandalika adalah kombinasi sport, hiburan, dan pariwisata. Penonton tidak hanya melihat aksi pembalap terbaik dunia, tetapi penonton berkesempatan juga menikmati Mandalika Experience dan keindahan alam Lombok. Inilah yang membuat MotoGP di Mandalika berbeda dan wajib ditonton langsung,” pungkas Priandhi Satria.

Post a Comment