Adakan Supplier Convention, Toyota Siap Hadapi Tantangan Industri Masa Depan Dengan Para Stakeholder Terpercaya

TMMIN




 Megatrend- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengadakan TMMIN Supplier Convention 2026 pada 20 April 2026 di Nusantara International Convention Exhibition. Konvensi ini membahas tantangan yang dihadapi industri otomotif Indonesia termasuk stagnasi pasar domestik dan kebutuhan untuk beradaptasi dengan tren elektrifikasi. Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan lebih dari 500 perusahaan dari berbagai sektor rantai pasok otomotif. TMMIN menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga daya saing industri, dengan pendekatan multi-pathway untuk transisi menuju netralitas karbon. 

Strategi ini mencakup pengembangan berbagai teknologi kendaraan, seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV), untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyatakan bahwa kolaborasi dengan pemerintah dan pengembangan sumber daya manusia serta teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan industri masa depan.Dengan tema “Stronger Together: Building Resilient, Competitive and Supply Chain Transformation”, konvensi ini juga diisi dengan diskusi panel mengenai kebijakan dan tantangan rantai pasok, serta awarding untuk menghargai kontribusi pemasok. 

TMMIN menegaskan bahwa industri otomotif berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja, dengan kontribusi lebih dari 360.000 tenaga kerja di seluruh rantai nilai. Industri otomotif Indonesia, yang telah bertransformasi sejak 1970-an, kini telah mencapai tingkat kandungan lokal lebih dari 80% dan terus menunjukkan kinerja ekspor yang meningkat dengan total 3 juta unit kendaraan ke lebih dari 100 negara. Sinergi antara pemerintah dan industri sangat penting untuk menjaga daya saing dan mendukung pengembangan industri kecil dan menengah.

Bob Azam, Wakil Presiden Direktur TMMIN, menyoroti kontribusi besar industri otomotif terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja. Saat ini, TMMIN bekerja sama dengan lebih dari 240 pemasok tier 1 serta 520 pemasok tier 2 dan tier 3, memperkuat ekosistem industri dan mengurangi ketergantungan impor. TMMIN berharap sinergi yang kuat antara industri dan pemerintah dapat terus mendukung adaptasi terhadap dinamika global dan elektrifikasi, serta memelihara peran pentingnya dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Post a Comment

Previous Post Next Post