Diikuti Tim-Tim Terbaik Se-Asia, GT World Challenge Siap Bergulir Di Mandalika Bulan Depan

BP



 Megatrend- Ajang balap Grand Touring terbesar di Asia, GT World Challenge Asia siap bergulir kedua kalinya di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026. Ajang yang digelar sejak tahun lalu ini menjadi ronde ketiga dan keempat kejuaraan Asia ini.

 Sejumlah tim besar langsung menunjukkan keseriusannya sejak awal musim. Origine Motorsport, misalnya, menurunkan duet Lu Wei dan Alessio Picariello dengan mobil Porsche 911 GT3 R (992) EVO di kelas Pro-Am. Sementara itu, tim PLUS with BMW M Team Studie mengandalkan pengalaman Seiji Ara yang dipasangkan dengan Tomohide Yamaguchi, juga di kelas Pro-Am dengan BMW M4 GT3 EVO. Kombinasi pembalap senior dan semi-profesional ini menjadi pola umum di kategori tersebut, yang memang menuntut keseimbangan performa dan konsistensi.


Dari kategori Silver-Am, persaingan diprediksi tak kalah ketat. Tim 33R Harmony Racing menurunkan Adderly Fong bersama Sun Jz menggunakan Ferrari 296 GT3 Evo, sementara Climax Racing memasangkan Elias Seppanen dengan Li LiChao di atas Mercedes-AMG GT3 EVO. Kelas ini dikenal sebagai panggung pembuktian bagi pembalap muda berbakat yang sedang menapaki jalur menuju level profesional penuh.

Kehadiran tim-tim pabrikan dan semi-pabrikan juga semakin memperkuat daya tarik kompetisi. Audi Sport Asia Team Phantom tampil dengan line-up solid, termasuk Jaxon Evans yang berduet dengan Andrés Pato di kelas Pro-Am. Sementara FAW Audi Sport Asia Team Phantom mengisi kelas Silver dengan dua pembalap China, Cheng Congfu dan Yu Kuai, menunjukkan dominasi regional yang semakin berkembang.

Di kelas Am, beberapa tim juga patut diperhatikan, seperti AMAC Motorsport dengan duet William Ben Porter dan Andrew Macpherson. Kategori ini biasanya menghadirkan balapan yang tak kalah menarik karena faktor variabilitas performa dan strategi.

Sementara itu, dominasi pabrikan seperti Porsche, Ferrari, BMW, dan Mercedes-AMG terlihat jelas dari pilihan kendaraan yang digunakan hampir seluruh tim. Porsche 911 GT3 R (992) EVO menjadi salah satu mobil paling populer, digunakan oleh berbagai tim seperti Absolute Racing dan Phantom Global Racing. Ferrari 296 GT3 juga tampil kompetitif di berbagai kelas, menandakan era baru teknologi di kategori GT3.

Secara keseluruhan, peserta musim 2026 ini menggambarkan kompetisi yang semakin kompetitif dan berkelas. Perpaduan pembalap lintas negara, teknologi kendaraan terbaru, serta strategi tim yang semakin matang menjadikan GT World Challenge Asia sebagai salah satu ajang balap GT paling menarik di kawasan Asia. 

Berbeda dari tahun lalu, rencananya pembalap Indonesia akan bertambah lagi, Sean Gelael, menjadi peserta GT World Cahllenge Asia. Kehadiran Sean, diharapkan mendongkrak penggemar balap roda empat untuk menonton langsung dan mendukung pembalap Tanah Air berlaga di kejuaraan international dan tontonan lebih seru.

Meskipun begitu, beberapa nama reguler tetap jadi highlight dalam ronde ketiga dan keempat. Salah satunya Setiawan Santoso tampil bersama Climax Racing dengan mengemudikan Mercedes-AMG GT3 EVO di kelas Am. Kehadirannya menjadi bukti konsistensi pembalap Indonesia dalam menembus kompetisi GT internasional.

Selain itu, Andrés Pato juga menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan. Ia turun di kelas Pro-Am bersama Audi Sport Asia Team Phantom dengan mengandalkan Audi R8 LMS GT3 EVO II, sebuah paket kompetitif yang berpotensi bersaing di barisan depan.

Di kelas Am, David Tjiptobiantoro akan mengemudikan Ferrari 296 GT3 Evo bersama tim Garage 75. Pengalamannya di balap GT diharapkan mampu memberikan hasil maksimal di tengah persaingan yang ketat. Sementara itu, Andy Tan akan memperkuat Absolute Corse di kelas Pro-Am dengan mengendarai Ferrari 296 GT3. Kombinasi mobil kompetitif dan pengalaman balap yang dimiliki menjadi modal penting untuk bersaing di kategori ini.

Kehadiran empat pembalap Indonesia ini tentu menyedot perhatian penggemar motorsport Indonesia yang akan memberikan dukungan saat tampil di sirkuit kebanggan Indonesia sebulan mendatang.

 Priandhi Satria sebagai dirut MGPA   mengajak para pecinta motorsport Tanah Air sekaligus turis mancanegara untuk tidak melewatkan momen penting tersebut.  “GT World Challenge Asia adalah salah satu kejuaraan GT3 paling bergengsi di kawasan. Kami mengundang seluruh penggemar motorsport Indonesia untuk datang langsung dan menyaksikan putaran 3 dan 4 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026. Ini merupakan kesempatan istimewa untuk menikmati aksi balap mobil GT3 kelas dunia dari dekat, sekaligus merasakan atmosfer balap internasional di Indonesia,” ungkap Priandhi.

Tidak hanya menggelar balap GT3, dalam ajang yang masuk Mandalika Festival Of Speed (MFOS) seri pertama ini juga megadakan seri pertama BRZ Super Series (one make race Subaru BRZ) dan Kartini Race dimana akan ada 10 pebalap Wanita bertarung di dalam 10 Toyota Agya spek ITCR 1200. 

  Priandhi Satria menambahkan, kehadiran ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi berkualitas tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem motorsport nasional. “Kami ingin menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai venue bagi berbagai kejuaraan internasional. Dukungan dan kehadiran masyarakat terhadap pembakap Tanah Air yang berlaga di sirkuit ini akan menjadi energi besar bagi kami untuk terus menghadirkan event-event kelas dunia di Indonesia,” tambahnya.

Post a Comment

Previous Post Next Post