![]() |
| SIS |
Megatrend- Mulai bulan April ini merupakan bulan akhir musim pengjujan sekaligus awal dari musim Kemarau. Berbeda dengan musim kemarau sebelumnya, tahun ini memiliki tempratur lebih hangat, hal ini dapat meningkatkan beban kerja sistem pendingin atau AC. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal, dengan puncaknya pada Agustus 2026. Dalam cuaca kering dan berdebu, kinerja AC sangat bergantung pada filter AC. Filter ini menyaring debu sebelum udara masuk ke evaporator, sehingga pengecekan berkala sangat penting untuk menjaga performa dan kesehatan sirkulasi udara.
Filter AC berfungsi sebagai saringan mekanis yang menjaga kemurnian udara dalam kendaraan. Proses penyaringan dimulai ketika blower menarik udara sebelum mengalirkannya melalui filter AC. Filter dibuat dari berbagai material, termasuk kertas/serat non-woven, karbon aktif, dan elektrostatik. Kertas dan serat non-woven biasanya digunakan pada mobil karena efisiensinya.
Pemilik kendaraan disarankan untuk memeriksa filter AC setiap 5.000 hingga 10.000 km. Gejala filter jenuh meliputi hembusan angin AC yang lemah, aroma debu saat AC menyala, dan kaca mobil mudah berembun. Mengabaikan kondisi filter yang kotor bisa menyebabkan kerusakan pada evaporator, beban kompresor meningkat, dan risiko kesehatan bagi penumpang.
Pemeriksaan filter bisa dilakukan secara mandiri, biasanya terletak di belakang laci penumpang. Filter kertas tidak boleh dicuci dengan air. Jika kotor, pemilik dianjurkan untuk menggantinya dengan suku cadang resmi Suzuki. Lebih dari 239 jaringan bengkel resmi di Indonesia siap memberikan layanan pemeriksaan sistem pendingin. Perawatan AC harus dilakukan secara preventif untuk memastikan kenyamanan dan menghindari perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.

Post a Comment