Siap Jadi Ajang Tukar Informasi Teknologi Laboratorium Secara Global, Lab Indonesia Resmi Bergulir

 

Pamerindo

 

Megatrend- Hari ini (15/04), pameran industri laboratorium terbesar di tanah air,  Lab Indonesia resmi dibuka di ICE, BSD. Pameran ini menghadirkan 921 teknologi dan solusi laboratorium yang ditampilkan dari 32 negara, pameran ini juga akan mempertemukan 205 trade buyers dan ditargetkan 15.000 pengunjung mengunjungi ICE BSD.


Edisi ke-delapan pameran industri laboratorium serta produk kimia untuk sektor medis, farmasi, pendidikan, dan penelitian ilmiah terbesar di Indonesia ini akan mempertemukan pelaku industri, peneliti, akademisi, regulator serta penyedia teknologi laboratorium dalam satu platform kolaborasi.
Beragam teknologi yang ditampilkan mencakup analytical systems, biotechnology and life sciences, laboratory instruments, hingga berbagai solusi laboratory consumables, testing, research and development, serta quality assurance and control, mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem pengujian yang semakin presisi, efisien, dan terintegrasi di berbagai sektor strategis.
 

Kristi Wulandari, Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia, menyampaikan bahwa Lab Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga pengalaman komprehensif bagi para pelaku industri, terutama melalui tingginya partisipasi internasional untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis.
 

Pada edisi ke-delapan ini, kami menghadirkan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta berbagai kolaborasi strategis yang membuka peluang baru bagi pelaku industri, akademisi, dan profesional untuk saling terhubung dan berkembang,” ujarnya.
 

Berbagai program unggulan kembali dihadirkan, antara lain 21 acara LabForum (International Scientific Conference) dan 135 acara LabTalk (Technical Seminar, Industry Workshop & Live Demonstration), yang menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan diskusi mengenai perkembangan teknologi, standar, serta praktik laboratorium berkelanjutan, relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
 

Pada pembukaan Lab Indonesia 2026, Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Ratno Nuryadi, M. Eng, juga menekankan pentingnya kolaborasi, diskusi, dan pertukaran pengetahuan antara berbagai pemangku kepentingan yang terjadi di platform ini untuk memperkuat ekosistem riset dan industri laboratorium. Melalui Lab Indonesia, akan terjadi akselerasi transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta terbukanya peluang kolaborasi strategis antara periset, industri, dan pemerintah. Sektor riset, inovasi, dan industri berbasis teknologi tinggi dapat berkontribusi nyata pada pemenuhan visi Astacita, serta sejalan dengan peta jalan riset nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
 

Bahkan, sesuai dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) oleh Kementerian Perindustrian, dukungan laboratorium yang andal penting untuk penguatan industri manufaktur berbasis teknologi tinggi.  Dukungan BRIN di Lab Indonesia juga bisa disaksikan secara langsung di area Research & Innovation Hub, di mana pengunjung dapat menjelajahi inovasi-inovasi terbaru seperti solusi berbasis nanoteknologi, termasuk aplikasi nanopartikel emas, dan berkonsultasi dengan para peneliti dan lembaga yang hadir.


Sebagai bagian dari penguatan ekosistem industri, Lab Indonesia 2026 juga menghadirkan berbagai program keberlanjutan interaktif dan edukatif yang dapat diikuti oleh pengunjung. Program seperti Learning LabVenture Zone yang didukung oleh Laboratorium LPPOM menghadirkan aktivitas Leather Check yang memungkinkan pengunjung melakukan pengujian mikroskopis untuk mengidentifikasi jenis dan struktur material berbahan kulit.


Selain itu, Lab Indonesia menyediakan Laboratory Consultation Clinic bekerja sama dengan Politeknik AKA Bogor, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan pengujian dan pengelolaan laboratorium.


Program ini merupakan bagian dari komitmen Lab Indonesia dalam mewujudkan “Step Into the Future of Sustainable Laboratories,” dengan mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam praktik industri, pertukaran pengetahuan, serta pengalaman pengunjung. Berbagai topik dalam LabForum dan LabTalk juga akan mengangkat isu efisiensi sumber daya, praktik laboratorium ramah lingkungan, serta kolaborasi lintas sektor.

Dengan skala yang lebih besar, program yang lebih beragam, serta kolaborasi yang semakin luas, Lab Indonesia 2026 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem laboratorium nasional serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat regional dan global. Pameran ini terbuka bagi para profesional, pelaku industri, akademisi, regulator serta masyarakat yang berfokus pada perkembangan teknologi laboratorium sekaligus menjalin peluang kolaborasi.

Post a Comment

Previous Post Next Post