DBL All Star Resmi Diumumkan, DBL Camp Musim 2026 Resmi Ditutup

 

DBL



Megatrend- Kopi Good Day DBL Camp 2026 masuki babak terakhir dengan 30 peserta (Campers) selesai terkumpul dengan dua tiket wild card terakhir dibagikan untuk kategori putra dan putri. Fase penentuan bagi Top 30 Campers kini dimulai, berlanjut menuju seleksi skuad Kopi Good Day DBL All-Stars 2026. Empat wild card sebelumnya telah didistribusikan, dan pada sesi scrimmage pada 1 Mei, para peserta menunjukkan kemampuan secara intensif dibimbing oleh Shane Froling dari World Basketball Academy.

Cathleen Richelle Lie dari SMA Karangturi Semarang, salah satu penerima wild card, mengungkapkan kebahagiaan atas kesempatan kedua setelah sebelumnya tidak masuk daftar Top 50. Selain Cathleen, Nicolette Ivanka Sundoro dari SMA Santa Laurensia juga mendapatkan wild card untuk putri, sementara Arkanairo Reizo dari SMAN 9 Bandung dan Made Abhinaya Narayana dari SMAN 2 Denpasar mendapatkan wild card untuk putra.

Para pelatih di Kopi Good Day DBL Camp 2026 mengikuti proses pengembangan yang intensif. Sejak awal, mereka menerima pelatihan dari World Basketball Academy, yang mencakup teknik basket, pencegahan cedera, dan basic life support. Setelah seleksi, jumlah pelatih disaring menjadi 16 besar, yang akan melanjutkan ke tahap akhir untuk menentukan empat pelatih terbaik.
 
 Dalam babak final ini, 24 pemain terbaik terpilih, terdiri dari 12 putra dan 12 putri, dan akan berlatih serta bertanding di luar negeri. Seleksi dilakukan melalui jalur First Team, Second Team, dan Road to DBL Camp, dengan tambahan kuota wild card, meningkatkan ketatnya persaingan yang diakui oleh pelatih Andrew Vlahov.

Dua cerita menarik muncul dari skuad All-Star, yaitu prestasi Praisey Blessed dan adiknya, Miracle Christiano, yang juga terpilih, menciptakan rekor sebagai kakak beradik yang berhasil masuk skuad All-Stars. Keberhasilan mereka diharapkan menginspirasi banyak orang. Sebelum berangkat, skuad akan mengikuti program latihan intensif dan bertanding di luar negeri, di mana mereka akan berusaha menarik perhatian pelatih internasional.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan peluncuran DBL Play 2.0, sepatu basketball custom yang merupakan kolaborasi antara DBL dan artis visual Assadul Wafi Al Mawardi. Desain sepatu ini merepresentasikan keberagaman Indonesia dengan karakter Garuda Rise untuk pemain putra dan Srikandi Rush untuk putri, menggabungkan elemen budaya Indonesia dalam setiap detailnya.

Selain pengumuman skuad, DBL Indonesia juga meluncurkan program baru bernama Super Teacher, untuk menghargai peran guru dalam ekosistem kompetisi basket pelajar. Program ini memberi kesempatan bagi guru untuk berpartisipasi dalam pelatihan dan pengalaman belajar ke luar negeri. Azrul Ananda, pendiri DBL, menekankan pentingnya peran guru dalam membantu perkembangan siswa, baik di dalam maupun luar kelas.

DBL Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung dan mengapresiasi kontribusi guru, menjadikan program ini terbuka gratis untuk seluruh guru di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif ini, DBL berupaya memfasilitasi impian siswa sekaligus menghormati dan menghargai dedikasi para guru yang selalu mendampingi mereka.

Post a Comment

Previous Post Next Post