Megatrend- Pelemahan nilai tukar Rupiah ke Rp17.528 per dolar AS memberi tekanan pada sektor properti nasional, seperti peningkatan biaya konstruksi dan perlambatan proyek baru. Penjualan properti primer menurun, namun pasar rumah sekunder tetap stabil. Menurut Flash Report Mei 2026 oleh Rumah123, harga rumah sekunder tumbuh 0,1% MoM dan 0,8% YoY pada April 2026, dengan 11 kota mengalami pertumbuhan positif, dipimpin Denpasar 2,0%.
Sementara penjualan properti residensial primer mengalami kontraksi 25,67% YoY di kuartal I 2026, menunjukkan adanya perbedaan antara pasar primer dan sekunder. Pengembang berhadapan dengan masalah biaya dan penjualan, sementara pasar sekunder didorong oleh kebutuhan end-user, penyesuaian harga fleksibel, dan preferensi konsumen untuk area harga kompetitif.
Aktivitas pencarian properti tetap tinggi di Jabodetabek, dengan Tangerang sebagai daerah teratas untuk listing enquiries. Kawasan suburban kini menjadi pusat pertumbuhan baru. Konsumen menjadi lebih berhati-hati, mengedepankan affordability, konektivitas, dan kesiapan hunian. Segmen rumah dengan luas hingga 60 m² meningkat, terutama di Surakarta dengan kenaikan median harga 23,5%.
Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat 2,42%, dan BI Rate di 4,75%, memberikan ruang bagi pasar properti. Perlambatan suplai rumah sekunder -8,7% YoY mengindikasikan pemilik menahan aset. Marisa Jaya dari Rumah123 menyatakan pasar properti sedang mengalami reposisi konsumen, dengan fundamental kebutuhan hunian yang tetap terjaga.
Sementara penjualan properti residensial primer mengalami kontraksi 25,67% YoY di kuartal I 2026, menunjukkan adanya perbedaan antara pasar primer dan sekunder. Pengembang berhadapan dengan masalah biaya dan penjualan, sementara pasar sekunder didorong oleh kebutuhan end-user, penyesuaian harga fleksibel, dan preferensi konsumen untuk area harga kompetitif.
Aktivitas pencarian properti tetap tinggi di Jabodetabek, dengan Tangerang sebagai daerah teratas untuk listing enquiries. Kawasan suburban kini menjadi pusat pertumbuhan baru. Konsumen menjadi lebih berhati-hati, mengedepankan affordability, konektivitas, dan kesiapan hunian. Segmen rumah dengan luas hingga 60 m² meningkat, terutama di Surakarta dengan kenaikan median harga 23,5%.
Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat 2,42%, dan BI Rate di 4,75%, memberikan ruang bagi pasar properti. Perlambatan suplai rumah sekunder -8,7% YoY mengindikasikan pemilik menahan aset. Marisa Jaya dari Rumah123 menyatakan pasar properti sedang mengalami reposisi konsumen, dengan fundamental kebutuhan hunian yang tetap terjaga.

Post a Comment