Megatrend- Edisi ke-12 Bromo KOM diikuti oleh sekitar 1.000 pesepeda dari 319 komunitas dan 14 negara, termasuk Australia, Kolombia, dan Amerika Serikat, meskipun ada tantangan pengeluaran di masyarakat. Event ini dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026, dengan rute sekitar 100 kilometer dari Surabaya menuju Bromo, Kabupaten Pasuruan. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengharapkan agar Bromo KOM terus berlangsung tiap tahun, menekankan dampak positifnya bagi masyarakat dan pariwisata daerah.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, juga mendukung penyelenggaraan event ini, mengapresiasi kontribusinya terhadap pariwisata. Founder Mainsepeda, Azrul Ananda, mengungkapkan bahwa konsistensi acara ini tak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Pemkab Pasuruan dan Polda Jatim. Bromo KOM menjadi salah satu agenda bersepeda tahunan yang dihargai oleh para cyclist, mencerminkan partisipasi yang selalu di atas seribu pesepeda setiap tahun.
Format Bromo KOM tetap mempertahankan ciri khas sebelumnya, dimulai dengan bersepeda menuju pit stop di Taman Ria Suropati, dilanjutkan menuju KOM Challenge. Tantangan sesungguhnya dimulai pada segmen KOM Challenge sepanjang 24,6 kilometer menuju Wonokitri, dengan tanjakan legendaris yang memiliki elevasi total 1.634 meter. Bromo KOM juga menjadi ajang bagi pesepeda rekreasional hingga atlet profesional, dikenal sebagai "naik hajinya cyclist".
Di edisi 2026, Bromo KOM juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Bhayangkara, dengan kategori khusus untuk TNI/Polri. Persaingan di kategori Men Elite dipastikan kompetitif dengan kehadiran atlet berprestasi seperti Dimas Nur Fadhil dan Abdul Soleh. Meski sempat terhenti karena pandemi, Bromo KOM telah menjadi salah satu ajang sport tourism berpengaruh di Indonesia, mendukung sektor perhotelan, kuliner, dan UMKM sepanjang rute. Event ini membuktikan bahwa olahraga dapat menjadi pendorong pariwisata dan ekonomi berkelanjutan.

Post a Comment