![]() |
| Bosch |
Megatrend- Laporan Gallup menunjukkan hanya 27% pekerja di Indonesia memiliki keterikatan kuat dengan perusahaan, sedikit di atas rata-rata Asia Tenggara 25%. Rendahnya komitmen emosional ini memicu fenomena global quiet quitting, di mana karyawan masih bekerja tetapi kehilangan ikatan batin. Hal ini mendorong perusahaan untuk fokus pada lingkungan kerja yang adaptif terhadap kebutuhan fleksibilitas dan keseimbangan kerja-hidup.
Berkaca dari hal ini, Bosch Indonesia menjadi contoh perusahaan yang berhasil memprioritaskan keterikatan karyawan, meraih predikat Best Companies to Work for in Asia 2026 dari HR Asia. Penilaian dilakukan melalui survei independen dan evaluasi kultur organisasi. Bosch mencatatkan skor tinggi dalam fleksibilitas kerja (4,33) dan komunikasi (4,10), serta meaningful work (4,28) dan kolaborasi (4,13), melampaui rata-rata pasar.
Adri Rhea, Kepala Sumber Daya Manusia Bosch Indonesia, menekankan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan individu. Dengan berbagai inisiatif seperti pengaturan kerja fleksibel dan program pengembangan, serta kegiatan sukarelawan, pengalaman Bosch menunjukkan bahwa faktor-faktor ini penting untuk menciptakan organisasi yang adaptif dan mempertahankan keterlibatan karyawan jangka panjang.

Post a Comment