Tanah Air Jadi Pasar Potensial Penggunaan AI, Manage Engine Siap Menangani Adopsi AI Untuk Fasilitas Keuangan

 

ME



Megatrend- Beberapa tahun terakhir, perusahaan berusaha mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produktivitas. Di Indonesia, AI menjadi pasar potensial terbesar keempat di Asia, dengan investasi sektor swasta mencapai USD 91 juta. Sebanyak 56% pekerja percaya bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas kerja. Namun, perhatian mulai beralih karena teknologi yang semakin canggih. AI kini bukan hanya alat untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga sistem yang dapat menjalankan tugas secara mandiri, dikenal sebagai agentic AI.

Agentic AI memiliki potensi besar, khususnya di sektor keuangan, dengan kemampuan menangani permintaan layanan nasabah, mengamankan sistem TI, serta mengelola kepatuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap agentic AI sebagai investasi strategis untuk masa depan industri perbankan. Namun, perkembangan ini menghadirkan tantangan baru terkait keamanan, transparansi, dan akuntabilitas. Pertanyaan penting muncul mengenai privasi data dan kontrol atas keputusan yang diambil AI.

Rajesh Ganesan dari ManageEngine menekankan bahwa keberhasilan adopsi AI tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga efektivitas implementasinya di perusahaan. Ada pergeseran menuju generasi baru autonomous AI yang dapat berfungsi secara mandiri dalam berbagai fungsi bisnis. Pendekatan yang berkembang mencakup penggunaan AI untuk mengotomatisasi manajemen layanan TI dan operasi keamanan siber.

Namun, semakin besar otonomi yang diberikan kepada AI, semakin penting aspek tata kelola. Perusahaan sekarang mencari kepastian bahwa tindakan sistem AI dapat dipantau dan dikontrol. Umasankar Narayanasamy dari ManageEngine menyoroti pentingnya kepercayaan dalam penggunaan model AI. Contoh pendekatan ini adalah Zia Agents dari ManageEngine, yang memungkinkan penerapan agen AI yang dapat beroperasi secara mandiri tanpa mengorbankan privasi data pelanggan.

Dengan adopsi AI yang semakin cepat, perusahaan tidak lagi bertanya apakah AI akan digunakan, tetapi bagaimana cara menerapkannya secara aman dan bertanggung jawab. Perusahaan perlu mengevaluasi kesiapan tata kelola dan strategi implementasi AI untuk memastikan nilai bisnis yang berkelanjutan.

Post a Comment

Previous Post Next Post