BAIC T1 Resmi Dibanderol Rp 393 Juta, Jadi Langkah Awal BAIC Masuk Pasar EV Indonesia

 

JDI


Megatrend – Setelah dua tahun membangun eksistensinya lewat SUV bermesin bensin dan hybrid, BAIC Indonesia akhirnya resmi memasuki segmen kendaraan listrik murni. Momentum tersebut dimanfaatkan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 melalui peluncuran BAIC T1, crossover listrik pertama BAIC untuk pasar Indonesia.

Kehadiran BAIC T1 bisa dibilang menjadi salah satu langkah paling penting bagi perjalanan BAIC di Indonesia. Jika sebelumnya BAIC dikenal melalui BJ40 Plus, X55 II, hingga BJ30 HEV, kini pabrikan asal Tiongkok tersebut mulai menawarkan pilihan Battery Electric Vehicle (BEV) sebagai bagian dari strategi elektrifikasinya.

Chief Operating Officer BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan masuknya BAIC T1 menjadi bukti bahwa perusahaan terus memperluas portofolio produknya di Indonesia.

"Memasuki 2026, kami semakin menegaskan komitmen tersebut melalui strategi bisnis yang lebih agresif, mulai dari perluasan jaringan dealer, penguatan portofolio kendaraan hybrid, hingga memasuki era kendaraan listrik penuh dengan menghadirkan BAIC T1 sebagai Battery Electric Vehicle pertama BAIC di Indonesia," ujar Dhani Yahya.

Harga Lebih Murah untuk 1.000 Pembeli Pertama

BAIC menetapkan harga resmi T1 sebesar Rp393 juta. Namun selama masa awal penjualan, 1.000 konsumen pertama berhak mendapatkan harga khusus Rp373 juta, atau lebih murah Rp20 juta dibanding harga normal. Program tersebut juga disertai bonus dashcam, portable charger, serta penawaran khusus pembelian wall charger 7 kW.

Menariknya, sebelum harga resmi diumumkan, BAIC mengklaim T1 telah mendapat respons positif melalui masa pre-booking. Mobil ini pun diproyeksikan menjadi tulang punggung penjualan BAIC di segmen kendaraan listrik dengan target 1.000 unit hingga akhir 2026 serta pangsa pasar sekitar 16 persen di segmen yang dibidiknya.

Dealer Bertambah, Layanan Purnajual Ikut Diperkuat

Tak hanya membawa produk baru, BAIC juga mengumumkan ekspansi jaringan dealer. Saat ini perusahaan memiliki 16 dealer resmi, dan hingga akhir 2026 menargetkan penambahan jaringan, terutama di Jabodetabek, sehingga total dealer di kawasan tersebut mencapai 12 lokasi. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat layanan penjualan maupun purnajual seiring bertambahnya populasi kendaraan BAIC di Indonesia.

Untuk mendukung kepemilikan kendaraan listrik, BAIC menyertakan paket purnajual berupa garansi kendaraan 6 tahun atau 160.000 km, garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km, serta gratis servis selama 4 tahun atau 80.000 km. Paket tersebut menjadi salah satu nilai tambah yang kini mulai menjadi standar di segmen kendaraan listrik.

Bidik Penjualan 400 Unit Selama GIIAS

Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, BAIC juga menggelar berbagai program penjualan, mulai dari potongan harga hingga Rp91 juta untuk model tertentu, bunga kredit 0 persen, uang muka mulai 15 persen, diskon aksesori dan merchandise, hingga undian berhadiah satu unit BAIC T1 bagi konsumen yang melakukan pemesanan kendaraan di pameran. Melalui berbagai program tersebut, BAIC menargetkan penjualan 400 unit selama GIIAS berlangsung, dengan sekitar 50 persen di antaranya berasal dari T1.

Di sisi lain, BAIC juga mencatat pertumbuhan penjualan yang cukup signifikan. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan mengklaim penjualannya meningkat 91 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut menjadi modal bagi BAIC untuk semakin agresif memperluas bisnisnya di Indonesia.

Dengan hadirnya T1, BAIC kini memiliki portofolio yang lebih lengkap, mulai dari SUV bermesin bensin, hybrid, hingga kendaraan listrik murni. Tinggal menunggu bagaimana crossover listrik ini diterima pasar, mengingat persaingan di kelas EV dengan harga di bawah Rp400 juta kini semakin ramai oleh berbagai merek asal Tiongkok.

Post a Comment

Previous Post Next Post