![]() |
| BYD |
Megatrend - Chairman dan President BYD Global Wang Chuanfu kembali mengunjungi Indonesia. Ini menjadi kunjungan ketiganya sejak BYD resmi masuk ke pasar Tanah Air.
Kedatangan orang nomor satu di BYD tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pabrikan asal China itu semakin serius menggarap pasar kendaraan listrik di Indonesia. Selain bertemu konsumen, Wang juga menggelar pertemuan dengan jaringan dealer untuk membahas pengembangan bisnis dan ekosistem mobil listrik.
Dalam kunjungannya, Wang Chuanfu menyempatkan diri berdialog langsung dengan pengguna BYD dan Denza. Ia mendengarkan pengalaman para konsumen sekaligus menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kedua merek tersebut.
Tak hanya itu, Wang juga bertemu dengan mitra dealer BYD dari berbagai daerah. Pertemuan tersebut membahas penguatan jaringan, percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hingga peningkatan kapabilitas lokal untuk mendukung pertumbuhan industri EV nasional.
Kunjungan ini berlangsung di tengah ekspansi agresif BYD di Indonesia. Dalam waktu relatif singkat, pabrikan tersebut tidak hanya memperluas lini produknya, tetapi juga memperkuat jaringan dealer dan layanan purnajual.
Secara global, BYD kini menjadi salah satu produsen kendaraan elektrifikasi terbesar di dunia. Hingga akhir November 2025, perusahaan mengklaim telah menjual lebih dari 14,7 juta kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di berbagai negara. Saat ini kendaraan penumpang BYD telah dipasarkan di 77 negara dan wilayah.
Di Indonesia, sejumlah model BYD juga mulai meraih pengakuan. BYD M6 misalnya berhasil menyabet gelar Car of The Year dan The Best Medium MPV EV pada GridOto Awards 2024. Sementara BYD Sealion 7 dan Denza D9 juga memperoleh penghargaan di ajang otomotif sepanjang 2025.
Meski belum mengumumkan investasi maupun produk baru dalam kunjungan kali ini, kehadiran langsung Wang Chuanfu menunjukkan Indonesia masih menjadi salah satu pasar penting dalam strategi ekspansi BYD di kawasan Asia Tenggara. Di tengah persaingan yang semakin ketat dengan merek-merek asal China lainnya, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya BYD memperkuat posisinya di pasar kendaraan listrik nasional.

Post a Comment