Diva Ismayana Rebut Pole Position Cleosa Series Wonosobo, Ducati Desmo450 MX Tunjukkan Potensi

 

DMXI


Megatrend – Ducati MX Team Indonesia memulai putaran ketiga Cleosa Series Championship 2026 di Sirkuit Akarmas, Wonosobo, dengan hasil yang cukup menjanjikan. Meski masih dalam masa pemulihan cedera bahu, Diva Ismayana sukses menjadi pembalap tercepat pada sesi kualifikasi kelas MX Open menggunakan Ducati Desmo450 MX. Namun, insiden di awal balapan membuatnya harus puas finis di posisi kelima pada Race 1.

Pada sesi time practice sekaligus kualifikasi, Diva mencatatkan waktu terbaik 1 menit 24,119 detik untuk mengamankan pole position. Catatan tersebut diraih setelah ia menemukan racing line yang paling efektif di penghujung sesi. Sementara rekan setimnya, Hilman Maksum, menempati posisi ke-11 dengan torehan waktu 1 menit 27,563 detik.

Memasuki Race 1, kedua pembalap Ducati MX Team Indonesia sebenarnya mengawali lomba dengan start yang cukup baik. Namun, masalah teknis yang dialami Diva setelah tikungan pertama serta padatnya rombongan pembalap di tikungan kedua membuat posisi kedua rider melorot ke barisan tengah.

Persaingan semakin sulit karena kelas MX1 dan MX2 digabung dalam satu balapan dengan total 24 starter. Kondisi lintasan yang lembap dan licin juga memaksa para pembalap lebih berhati-hati dalam mengatur pengereman maupun bukaan gas.

Meski sempat tercecer, Diva mampu menunjukkan daya juang dengan menyalip beberapa rival hingga akhirnya finis di posisi kelima secara keseluruhan. Jika hasil dihitung khusus kategori MX1, pembalap asal Jawa Barat tersebut berhasil mengamankan podium ketiga.

Sementara itu, Hilman Maksum mengakhiri Race 1 di posisi ke-12 secara keseluruhan atau peringkat kelima di kelas MX1. Race 1 sendiri dimenangkan oleh Mohammad Zidane dari No Limit Racing Team yang juga menggunakan Ducati Desmo450 MX.

Usai balapan, Diva mengaku cukup puas dengan hasil kualifikasi mengingat kondisi bahunya belum pulih sepenuhnya setelah menjalani operasi. Ia juga optimistis mampu tampil lebih kompetitif pada Race 2 setelah menemukan setelan motor dan ritme balap yang lebih baik.

Di sisi lain, Hilman mengatakan masih membutuhkan waktu untuk menemukan racing line terbaik di lintasan Akarmas yang karakter grip-nya terus berubah akibat kondisi tanah yang licin. Ia berharap data yang diperoleh pada Race 1 dapat menjadi bekal untuk meningkatkan performa pada balapan berikutnya.

Selain penampilan dua rider utama Ducati MX Team Indonesia, putaran Wonosobo juga menjadi ajang debut Nuzul Ramzidan bersama Ducati Desmo450 MX. Pembalap MX2 yang membela Djinem MX Team tersebut langsung mencuri perhatian dengan menembus lima besar pada sesi kualifikasi meski baru pertama kali menunggangi motor motocross terbaru Ducati itu.

Sayangnya, langkah Nuzul harus terhenti pada Race 1 karena gagal menyelesaikan balapan. Kendati demikian, ia mengaku terkesan dengan karakter Ducati Desmo450 MX yang menurutnya memiliki tenaga besar namun tetap mudah dikendalikan. Handling motor juga disebut ringan dan memberikan rasa percaya diri, terutama saat keluar tikungan.

Hasil di Wonosobo menunjukkan Ducati Desmo450 MX mulai mampu bersaing di kejuaraan motocross nasional. Kecepatan yang ditunjukkan Diva Ismayana pada sesi kualifikasi, ditambah kemenangan Mohammad Zidane di Race 1 dengan motor yang sama, menjadi indikasi bahwa motor motocross pertama Ducati tersebut memiliki potensi kompetitif di lintasan tanah Indonesia.


Post a Comment

Previous Post Next Post