Dorong Indonesia Untuk Lebih Tanggap Bencana, BNPB Adakan Road To 3rd GFSR 2026

BNPB
 

Megatrend-  Indonesia memulai "Road to The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026" sebagai langkah untuk mendorong transformasi menuju pusat ketahanan dan inovasi teknologi kebencanaan dunia. Dengan tema "Integrate the Architecture: Unifying Governance for Resilience," seminar yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Program SIAP SIAGA ini diadakan pada 30 Juni 2026 di Jakarta. Seminar ini bertujuan untuk membangun dialog lintas sektor dan menghimpun rekomendasi strategis terkait penyelarasan agenda global untuk perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dan masyarakat sipil. Riri Silalahi dari Departemen Luar Negeri Australia menekankan pentingnya kolaborasi untuk hasil yang lebih terintegrasi dan berdampak nyata. GFSR 2026 diharapkan dapat menjadi platform kolaboratif untuk menyelaraskan Paris Agreement, Sendai Framework for Disaster Risk Reduction, dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Lucy Dickinson dari SIAP SIAGA menambahkan bahwa komitmen global harus diterjemahkan menjadi aksi yang saling terhubung, melibatkan semua elemen masyarakat dalam menghasilkan perubahan. Proses penyelarasan tidak bisa hanya dilakukan dalam forum dua hari, melainkan memerlukan dialog berkelanjutan dengan banyak pemangku kepentingan untuk menciptakan rekomendasi yang mencerminkan tantangan dan kebutuhan di lapangan.

Boby Wahyu Hernawan dari Kementerian Keuangan menyatakan bahwa dialog kebijakan seperti ini sangat penting untuk merumuskan rekomendasi berbasis pengalaman dan praktik baik. GFSR 2026 akan diselenggarakan bersamaan dengan The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026, menghubungkan dialog kebijakan dengan implementasi.

ADEXCO telah berkembang menjadi platform untuk inovasi dan teknologi kebencanaan, memberikan kesempatan bagi pemangku kepentingan untuk menguji dan mengadopsi solusi baru. Raditya Jati dari BNPB menegaskan bahwa kolaborasi antara kebijakan, inovasi, dan praktik baik di ADEXCO diharapkan memberikan solusi yang lebih relevan bagi sistem penanggulangan bencana.

Melalui GFSR 2026 dan ADEXCO, Indonesia berupaya menyediakan ruang kolaborasi untuk mengintegrasikan berbagai kebijakan serta inovasi untuk membangun ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana. Dekatnya target 2030 membuat pendekatan ini semakin penting untuk memastikan aksi yang terintegrasi dan berdampak nyata.

Secara keseluruhan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat penyelarasan kebijakan global dalam menghadapi tantangan besar di masa depan, menjembatani antara komitmen dan implementasi untuk keberhasilan pembangunan berkelanjutan.


Post a Comment

Previous Post Next Post