| GACI |
Megatrend – Di balik tampilan futuristis dan sederet teknologi yang dibawa GAC AION V, ternyata ada pendekatan yang berbeda dibanding proses pengembangan mobil pada umumnya. GAC menyebut SUV listrik global ini lahir dari filosofi Listening First, yakni mendengarkan kebutuhan pengguna sebelum menentukan desain maupun fitur yang akan disematkan.
Konsep tersebut diperkenalkan kepada publik dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Menurut GAC Indonesia, setiap pengembangan AION V berangkat dari riset mengenai bagaimana konsumen menggunakan mobil dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar menambahkan fitur baru.
Untuk menjelaskan proses tersebut, GAC Indonesia menghadirkan Sean Xiong, Product Director AION V. Ia menjelaskan bahwa tim pengembang lebih dulu mempelajari pola perjalanan, kebiasaan, hingga kebutuhan pengguna sebelum menentukan arah desain kendaraan.
"Bagi kami, mendengarkan adalah titik awal dari setiap desain yang hebat. Kami tidak memulai dengan bertanya fitur apa yang bisa ditambahkan, tetapi bagaimana orang hidup, bepergian, dan apa yang benar-benar mereka butuhkan dari sebuah kendaraan," ujar Sean.
Fokus pada Tiga Hal
Dari hasil riset di berbagai negara, GAC mengidentifikasi tiga faktor yang paling sering menjadi perhatian konsumen, yakni kualitas, teknologi, dan keselamatan.
Ketiga aspek tersebut kemudian menjadi fondasi pengembangan AION V, mulai dari desain eksterior, tata letak kabin, hingga fitur-fitur yang mendukung kenyamanan selama berkendara.
SUV listrik ini juga mengusung konsep Human-Centered Design, yakni pendekatan yang menempatkan kebutuhan pengguna sebagai pusat pengembangan produk.
Desain Terinspirasi T-Rex
Salah satu ciri khas AION V adalah bahasa desain T-REX Design Language. Sesuai namanya, konsep ini mengambil inspirasi dari karakter Tyrannosaurus Rex yang merepresentasikan kekuatan, pertumbuhan, dan jiwa petualang.
Desain tersebut merupakan hasil kolaborasi studio GAC di Los Angeles, Milan, dan Shanghai sehingga menggabungkan perspektif global dengan kebutuhan konsumen di berbagai negara.
Tidak hanya tampil modern, desain AION V juga dirancang tetap fungsional untuk penggunaan harian.
Kabin Luas dan Teknologi Mudah Digunakan
Pendekatan yang berpusat pada pengguna juga diterapkan di dalam kabin melalui konsep Urban Zero-Pressure Suspension Cabin.
GAC membekali AION V dengan ruang kabin yang lapang, konfigurasi jok fleksibel, material premium, serta ruang penyimpanan yang cukup banyak untuk menunjang aktivitas keluarga maupun perjalanan jarak jauh.
Selain itu, sistem infotainment dan antarmuka kendaraan dirancang agar mudah dipahami sehingga pengemudi tidak perlu terdistraksi saat mengoperasikan berbagai fitur kendaraan.
Sudah Kantongi Rating Keselamatan Bintang Lima
Di sektor keselamatan, AION V telah memperoleh rating 5 bintang ANCAP dan 5 bintang Euro NCAP.
Pencapaian tersebut didukung penggunaan struktur bodi berkekuatan tinggi, perlindungan baterai, visibilitas yang baik, serta berbagai sistem keselamatan aktif dan pasif yang menjadi standar pada model ini.
Menariknya, GAC tidak hanya menjual AION V sebagai SUV listrik dengan spesifikasi dan fitur lengkap. Merek asal China tersebut mencoba membangun citra bahwa pengembangan produknya dimulai dari kebutuhan pengguna, mulai dari kenyamanan kabin hingga kemudahan mengoperasikan teknologi.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah pengalaman berkendara AION V benar-benar mampu memenuhi ekspektasi konsumen Indonesia. Jika kualitas produk sejalan dengan pendekatan Listening First yang diusung, AION V berpeluang menjadi salah satu SUV listrik yang layak diperhitungkan di segmen harga Rp400-500 jutaan.
Harga Khusus Selama GIIAS 2026
Bertepatan dengan perayaan tiga tahun kehadiran GAC di Indonesia, perusahaan juga memberikan harga khusus untuk AION V selama penyelenggaraan GIIAS 2026.
Varian AION V Exclusive ditawarkan seharga Rp459 juta, turun dari harga normal Rp499 juta. Sementara AION V Luxury dibanderol Rp480 juta dari sebelumnya Rp560 juta.
Setiap pembelian juga sudah termasuk wall charger dan dashcam. Konsumen berkesempatan mengikuti program GAC CUAN FEST dengan hadiah seperti emas, iPhone 17, dan berbagai hadiah lainnya.
Menariknya, GAC tidak hanya menjual AION V sebagai SUV listrik dengan spesifikasi dan fitur lengkap. Merek asal China tersebut mencoba membangun citra bahwa pengembangan produknya dimulai dari kebutuhan pengguna, mulai dari kenyamanan kabin hingga kemudahan mengoperasikan teknologi.
Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah pengalaman berkendara AION V benar-benar mampu memenuhi ekspektasi konsumen Indonesia. Jika kualitas produk sejalan dengan pendekatan Listening First yang diusung, AION V berpeluang menjadi salah satu SUV listrik yang layak diperhitungkan di segmen harga Rp400-500 jutaan.
Post a Comment