Megatrend- Dalam beberapa tahun ke depan, kecerdasan buatan (AI) akan mulai mengambil keputusan dan melakukan transaksi keuangan secara mandiri, tanpa campur tangan manusia. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang siapa yang menjamin bahwa tindakan tersebut sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Untuk menjawab tantangan ini, Privy, penyelenggara sertifikasi elektronik, akan memperluas infrastruktur kepercayaan digital untuk memverifikasi agen AI dengan pendekatan berbasis kripografi. Identitas dan otorisasi setiap tindakan AI akan dibuktikan secara matematis, menjaga kepercayaan dalam ekosistem digital.
Marshall Pribadi, CEO Privy, menyatakan bahwa kita akan memasuki era di mana AI tidak hanya membantu manusia tetapi juga menangani berbagai proses dan transaksi secara mandiri. Saat AI mulai menimbulkan hak dan kewajiban hukum, mekanisme identitas dan otorisasi yang kuat menjadi penting. Digital trust akan menjadi fondasi untuk ekosistem ekonomi digital berbasis AI di masa depan. Transformasi ini juga terjadi di sektor jasa keuangan Indonesia yang semakin terintegrasi melalui konsep Universal Banking, Embedded Finance, dan Open Finance. Dalam ekosistem yang terhubung, kepercayaan menjadi elemen penting untuk memastikan keamanan dan efisiensi layanan digital.
Urgensi membangun digital trust semakin penting di tengah transformasi sektor keuangan menuju "beyond banking" yang menggabungkan layanan perbankan, fintech, dan platform digital. Proses verifikasi identitas, persetujuan transaksi, dan perlindungan data menjadi kunci dalam ekosistem tersebut. Marshall menyatakan bahwa transformasi ini membutuhkan fondasi kepercayaan yang sekuat infrastruktur teknologi. Banyak institusi keuangan masih menjalani berbagai proses verifikasi yang meningkatkan biaya operasional dan mengurangi efisiensi pengalaman pengguna. Digital trust dipandang sebagai infrastruktur bersama untuk mempercepat verifikasi dan mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 80,51%. Tantangan kini adalah memastikan transaksi aman dan tepercaya. Digital trust akan menjadi landasan yang memungkinkan institusi dan layanan terhubung dengan lebih baik. Privy menyediakan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik untuk mendukung proses digital secara efisien. Menurut Firlie Ganinduto dari AFTECH, keberhasilan transformasi tergantung pada kemampuan membangun standar kepercayaan yang digunakan bersama.
Privy, didirikan pada 2016, adalah penyedia layanan digital trust yang terkemuka dengan 71 juta pengguna terverifikasi dan lebih dari 200.000 bisnis menggunakan layanannya. Privy menjadi lembaga pemerintah pertama yang mendapatkan lisensi Certificate Authority dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Privy juga berkomitmen mendukung keamanan dan efisiensi dalam ekosistem keuangan di masa depan.

Post a Comment