![]() |
| IEE |
Megatrend – Indonesia Energy Week (IEW) Surabaya 2026 resmi menutup penyelenggaraan perdananya dengan capaian positif. Selama empat hari pelaksanaan, pameran yang berkolokasi dengan Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia ini berhasil menghadirkan lebih dari 200 perusahaan peserta dari 17 negara serta menarik lebih dari 9.700 pengunjung profesional.
Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Hanung Hanindito, mengatakan hasil tersebut menunjukkan besarnya potensi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan industri energi, utilitas, manufaktur, dan agrikultur di kawasan timur Indonesia.
"Selama empat hari penyelenggaraan, kami menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dari 17 negara dan menerima lebih dari 9.700 pengunjung profesional. Capaian ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri energi dan utilitas bersama dengan perkembangan sektor manufaktur dan agrikultur di Indonesia Timur," ujarnya dalam penutupan acara di Surabaya, Sabtu (18/7).
Penyelenggaraan perdana Indonesia Energy Week Surabaya menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari Electric & Power Surabaya, Water Indonesia Surabaya, Surabaya Electric Forum, hingga Workshop PERPAMSI. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi wadah kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, akademisi, dan asosiasi dalam membahas pengembangan sektor energi, kelistrikan, air, serta utilitas.
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang turut mengunjungi pameran menilai Indonesia Energy Week menjadi platform penting untuk memperkenalkan perkembangan teknologi ketenagalistrikan di Indonesia.
Menurutnya, berbagai inovasi yang ditampilkan, mulai dari teknologi instalasi kabel hingga sistem pemantauan gardu induk, menunjukkan perkembangan teknologi yang semakin maju dan relevan dengan kebutuhan industri.
Selain menghadirkan pameran teknologi, penyelenggaraan tahun ini juga membuka peluang bisnis melalui program Business Matching. Sebanyak 183 sesi pertemuan bisnis berlangsung selama empat hari dengan melibatkan perusahaan dari sektor pertambangan, manufaktur, properti, hingga utilitas air.
Program tersebut mendapat respons positif dari peserta pameran karena mampu mempertemukan penyedia teknologi dengan pengguna industri secara langsung.
Business Development Executive PT Multi Daya Mitra, Rofiq Hidayat, mengatakan pameran di Surabaya membuka akses perusahaan untuk bertemu segmen pelanggan baru yang sebelumnya sulit dijangkau melalui jalur distribusi konvensional.
Hal serupa disampaikan Digital Sales Manager Hokione.id (PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo), Nicodemus, yang menilai karakteristik pengunjung Indonesia Energy Week Surabaya sesuai dengan target pasar perusahaan, terutama dari sektor manufaktur dan industri.
Sementara itu, Manager Sales & Account Executive PLN Indonesia Power, Dodid Palupi, menilai Jawa Timur hingga Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan energi, khususnya energi surya.
Menurutnya, meningkatnya kebutuhan listrik dari kawasan industri dan proyek strategis di wilayah timur Indonesia memerlukan solusi energi yang lebih berkelanjutan, sehingga Indonesia Energy Week menjadi momentum untuk memperkenalkan berbagai teknologi yang relevan.
Melihat tingginya antusiasme peserta maupun pengunjung, Pamerindo Indonesia memastikan Indonesia Energy Week Surabaya akan kembali diselenggarakan pada **14–17 Juli 2027**.
Penyelenggara berharap penyelenggaraan berikutnya mampu semakin memperkuat konektivitas antara pelaku industri nasional dan regional sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem energi dan utilitas di Indonesia Timur.
Setelah Surabaya, rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 akan berlanjut di Jakarta melalui penyelenggaraan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Asia–Indonesia, dan Data Center Asia Indonesia pada **2–5 September 2026**, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai pameran sektor konstruksi, pertambangan, air, dan energi pada **9–12 Sep
tember 2026** di JIExpo Kemayoran.

Post a Comment