Surabaya Electric Forum: Jawa Timur Punya Potensi Pertambahan 188 GW Baru

 

IEE


Megatrend- Ajang seminar kelistrikan Surabaya Electric Forum pada 15 Juli 2026 menyoroti pentingnya percepatan dalam transisi energi Indonesia, beralih dari target ke implementasi nyata. Forum ini menjadi bagian dari Indonesia Energy Week di Surabaya yang melibatkan pemerintah, PLN Group, akademisi, dan pemangku kepentingan lain di sektor ketenagalistrikan. Rektor Institut Teknologi PLN, Prof. Dr. Iwa Garniwa, menekankan bahwa transisi tidak hanya terkait pembangunan pembangkit energi baru terbarukan, tetapi juga perlunya ekosistem nasional yang dapat bersaing secara global.


Implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menjadi sorotan, dengan Direktur Distribusi PT PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, menekankan pentingnya mempercepat pencapaian target. Sementara itu, Ahmad Amiruddin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengingatkan untuk menjaga keseimbangan dalam Trilema Energi: ketahanan, keberlanjutan, dan keterjangkauan.


Jawa Timur diidentifikasi sebagai wilayah strategis dengan potensi 188 GW energi baru terbarukan, dipimpin oleh Prof. Dr. Mochamad Ashari, yang menyatakan perlunya kolaborasi kuat antara berbagai sektor untuk merealisasikan potensi tersebut. CEO PT Paiton Energy, Fazil Erwin Alfitri, menekankan pentingnya menjadikan sistem energi lebih baik secara bertahap dengan integrasi solusi dan investasi.


Menjelang akhir forum, pembicaraan akan berfokus pada kesiapan SDM dan strategi pembiayaan proyek ketenagalistrikan. Secara keseluruhan, tantangan transisi energi Indonesia kini adalah untuk mempercepat implementasi melalui kerja sama lintas sektor, demi membangun ekosistem energi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Indonesia Energy Week masih berlangsung hingga 18 Juli 2026, dengan berbagai inovasi yang dapat dijelajahi peserta.

Post a Comment

Previous Post Next Post