Tabanan Perkuat Keamanan Angkutan Pelajar, Pemkab Gandeng TransTRACK Pasang GPS pada 244 Kendaraan Trans Siswa

 

Transtrack


Megatrend— Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali, melalui Dinas Perhubungan, mengambil langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan transportasi pelajar dengan menggandeng TransTRACK. Perusahaan teknologi (tech enabler) yang berfokus pada digitalisasi operasional kendaraan berbasis IoT dan AI ini dipercaya untuk mengimplementasikan perangkat Global Positioning System (GPS) pada 244 kendaraan Angkutan Trans Siswa di wilayah kerja Kabupaten Tabanan.

Pemasangan GPS ini merupakan bagian utama dari Program Ayo Selamat Sekolah, sebuah insentif yang mengintegrasikan teknologi pemantauan kendaraan dengan penguatan kesiapan dan kedisiplinan pengemudi guna menyambut tahun ajaran baru. Program ini melibatkan sinergi lintas sektoral, meliputi Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.

Integrasi Teknologi dan Pengawasan Real-Time

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat sebanyak 8.498 kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang 2025, yang mengakibatkan 261 korban jiwa, 67 luka berat, serta 8.649 luka ringan. Sementara itu, Polda Bali menyebutkan bahwa faktor manusia (human error), seperti kelalaian pengemudi dan pelanggaran aturan lalu lintas, masih mendominasi penyebab utama kecelakaan di wilayah tersebut.

Menjawab tantangan tersebut, saat ini seluruh 244 unit kendaraan Angkutan Trans Siswa telah terpasang perangkat GPS TransTRACK. Armada ini melayani 103 trayek yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan, khusus diperuntukkan sebagai layanan transportasi gratis yang aman dan terjangkau bagi pelajar tingkat SD dan SMP.

Seluruh perangkat GPS yang terpasang terhubung secara langsung dengan pusat kendali Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau:

  • Lokasi kendaraan secara akurat (real-time).

  • Riwayat perjalanan armada.

  • Kepatuhan pengemudi terhadap rute resmi yang telah ditentukan.

Data perjalanan yang terekam secara transparan ini berfungsi sebagai instrumen pengawasan dan evaluasi untuk mencegah penyimpangan atau pemotongan rute, sekaligus mendisiplinkan para pengemudi.

Komitmen Bersama untuk Keselamatan Pelajar

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menegaskan bahwa keselamatan transportasi pelajar adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan dukungan teknologi guna meningkatkan visibilitas dan pengawasan armada.

"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mengadopsi solusi telematika sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi sekolah yang lebih aman, transparan, dan modern. Dengan visibilitas armada secara real-time, pengelolaan operasional dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Anggia.

Lebih lanjut, Anggia menjelaskan bahwa pemanfaatan GPS memberikan visibilitas mendalam terhadap aktivitas kendaraan di lapangan. Ketika teknologi ini dikombinasikan dengan pemeriksaan kesehatan, tes NAPZA, dan edukasi keselamatan, perlindungan menyeluruh bagi pelajar dan pengemudi dapat terwujud.

Selain perangkat GPS standar, pendekatan komprehensif TransTRACK juga mencakup Driver Monitoring System berbasis AI. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi perilaku berkendara berisiko, termasuk indikasi kelelahan dan distraksi pada pengemudi.

Pemeriksaan Menyeluruh untuk Pengemudi

Sebagai rangkaian persiapan operasional, sebanyak 244 pengemudi Angkutan Trans Siswa tidak hanya dibekali sistem pemantauan canggih, tetapi juga wajib menjalani:

  1. Pemeriksaan kesehatan fisik secara menyeluruh.

  2. Tes NAPZA untuk memastikan pengemudi bebas dari pengaruh zat terlarang.

  3. Sosialisasi keselamatan berlalu lintas guna menekan potensi human error seperti kelelahan, hilangnya konsentrasi, dan ketidakpatuhan prosedur.

Melalui langkah nyata di Kabupaten Tabanan ini, TransTRACK berharap program tersebut dapat menjadi model teladan bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam memanfaatkan transformasi digital untuk mendongkrak kualitas serta keamanan layanan transportasi publik.

"Data GPS perlu diterjemahkan menjadi langkah pengawasan dan evaluasi yang konkret. Tujuan akhirnya adalah membantu pengemudi bekerja dengan lebih disiplin, mendukung pemerintah mengambil keputusan berbasis data, serta memastikan setiap pelajar dapat mencapai tujuannya dengan selamat," tutup Anggia.

Post a Comment

Previous Post Next Post