![]() |
| ADM |
Megatrend– PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk memberikan penghargaan kepada sekolah menengah kejuruan (SMK) binaan terbaik. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri otomotif.
Penghargaan diberikan melalui Daihatsu SMK Skill Contest 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-9 sejak pertama kali digelar pada 2012. Tahun ini kompetisi diikuti sekitar 380 SMK binaan Daihatsu dengan lebih dari 760 peserta yang terdiri atas siswa dan guru pendamping. Ajang tersebut menjadi wadah untuk menguji kompetensi sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri.
Human Resources and General Affairs Director PT Astra Daihatsu Motor Nilawati Irjani mengatakan, penghargaan yang diberikan di GIIAS 2026 menjadi simbol pentingnya pengembangan talenta seiring kemajuan teknologi otomotif.
"Kami berharap sinergi positif antara dunia pendidikan dan industri dapat melahirkan talenta muda yang unggul dengan daya saing global, dan berkontribusi bagi kemajuan industri nasional," ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, SMK NU Ma'arif Kudus, Jawa Tengah berhasil meraih Juara 1. Posisi kedua ditempati SMK Negeri 1 Lintau Buo, Sumatera Barat, sedangkan Juara 3 diraih SMK Al Mufti Subang, Jawa Barat. Penghargaan Best Student diberikan kepada Muhamad Nurrezki dari SMK Negeri 1 Lintau Buo, sementara Best Teacher diraih Mahfud Fauzi dari SMK NU Ma'arif Kudus.
Sebagai bentuk apresiasi, Daihatsu memberikan hadiah berupa uang tunai, alat praktik pembelajaran seperti mesin dan transmisi berbagai model Daihatsu, serta paket beasiswa bagi siswa terbaik.
ADM menyebut program pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri telah dijalankan sejak 2010. Hingga kini, program Pintar Bersama Daihatsu telah menjangkau lebih dari 445 SMK binaan, melibatkan lebih dari 35 ribu siswa dan 3 ribu guru, dengan total penerima manfaat mencapai lebih dari 50 ribu orang. Pembinaan dilakukan melalui penyelarasan kurikulum, peningkatan kompetensi guru dan siswa, hingga penguatan sarana pembelajaran agar lulusan SMK lebih siap memasuki dunia kerja.

Post a Comment