![]() |
| BP |
Megatrend – Pasar SUV dan double cabin (D-Cab) di Indonesia kian bergairah, seiring makin maraknya tren overlanding dan kegiatan off-road. Menjawab kebutuhan para pengemudi yang menginginkan performa seimbang di jalan raya maupun jalanan ekstrem, Giti resmi memperkenalkan ban terbarunya, GitiXcursion RT.
Mengusung jargon "Built for the Road, Ready for the Rough", ban bergenre Rugged Terrain (RT) ini diposisikan pas di tengah-tengah antara ban All-Terrain (AT) dan Mud-Terrain (MT).
Hasilnya, pengendara bisa mendapatkan kenyamanan khas ban AT saat dipakai harian di jalan aspal, sekaligus ketangguhan khas ban MT ketika diajak bermain di jalur berlumpur atau berbatu.
Pola Tapak Agresif dan Dinding Samping Ekstra Kuat
Dari segi desain, GitiXcursion RT tampil jempolan dengan blok pola tapak yang tebal dan berotot. Alur tapak yang dibuat lebar dan dalam berfungsi ampuh membuang lumpur, air, hingga kerikil (stone ejector) secara otomatis. Efeknya, traksi ban tetap menggigit di medan berat sekalipun.
Tak cuma mengandalkan tapak atas, bagian dinding samping (sidewall) juga disematkan proteksi ekstra. Konstruksi tebal ini dirancang khusus untuk meminimalisasi risiko ban robek atau benjol akibat benturan keras dan tusukan batu tajam saat off-road.
Nyaman Buat Harian, Siap Diajak 'Siksa' Akhir Pekan
Satu hal yang kerap jadi keluhan saat memakai ban off-road di jalan raya adalah tingkat kebisingannya (road noise). Menariknya, Giti berhasil mereduksi tingkat kebisingan tersebut pada GitiXcursion RT.
Di jalan tol atau jalan perkotaan yang mulus, ban ini tetap memberikan kestabilan dan kenyamanan berkendara yang mumpuni. Begitu masuk ke jalur alternatif bernuansa gravel atau makadam, cengkeramannya tetap terasa mantap.
Bonus lainnya tentu ada di sektor visual. Profilnya yang kekar secara instan mendongkrak aura macho dan gagah pada tampilan mobil secara keseluruhan.
Bagi pengguna SUV perkotaan yang hobi bertualang hingga ke pelosok di akhir pekan, GitiXcursion RT jelas jadi salah satu opsi ban yang sangat menarik untuk dilirik.

Post a Comment