Mengenal Sistem REEV, Solusi Kendaraan Listrik untuk Redam Kekhawatiran Kehabisan Daya

ICAR



Megatrend- Perkembangan kendaraan elektrifikasi tidak lagi hanya mengandalkan dua pilihan, yakni mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) atau hybrid. Kini, teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) mulai menjadi alternatif yang menawarkan karakter berkendara mobil listrik tanpa mengorbankan fleksibilitas saat menempuh perjalanan jauh.

Teknologi REEV dirancang untuk menjawab salah satu tantangan terbesar kendaraan listrik, yakni range anxiety atau kekhawatiran baterai habis sebelum mencapai tujuan maupun menemukan stasiun pengisian daya. Berbeda dengan sistem hybrid konvensional, pada REEV mesin bensin tidak menggerakkan roda secara langsung. Mesin hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke baterai atau langsung memasok energi ke motor listrik. Dengan demikian, roda kendaraan tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik.

Konsep tersebut memungkinkan pengemudi tetap merasakan karakter berkendara khas mobil listrik yang halus, responsif, dan minim suara, namun memiliki cadangan energi tambahan ketika kapasitas baterai mulai menurun. Mesin pembakaran internal hanya bekerja saat dibutuhkan sehingga tidak mengubah karakter utama kendaraan sebagai mobil listrik.

Salah satu produsen yang mulai memperkenalkan teknologi ini di Indonesia adalah iCAR melalui SUV terbarunya, iCAR V27, yang mengusung sistem Golden REEV. Menurut Product Planning Manager iCAR Indonesia, Tommy Hermansyah, seluruh roda pada V27 tetap digerakkan motor listrik, sedangkan mesin 1.5L Turbo hanya bertugas menghasilkan energi ketika baterai memerlukannya.

"Pada iCAR V27, roda selalu digerakkan oleh motor listrik sehingga pengalaman berkendara tetap terasa halus, responsif, dan senyap layaknya kendaraan listrik murni. Sementara itu, mesin range extender bekerja menghasilkan energi ketika dibutuhkan," ujar Tommy.

Dari sisi penggunaan, sistem REEV menawarkan dua karakter berbeda. Untuk mobilitas harian, kendaraan dapat digunakan layaknya mobil listrik murni. Pada iCAR V27, mode EV diklaim mampu menempuh sekitar 200 kilometer (CLTC), sementara ketika mesin range extender ikut bekerja, daya jelajah gabungan meningkat hingga lebih dari 1.200 kilometer berkat dukungan tangki bahan bakar berkapasitas 60 liter.

Pendekatan ini dinilai cocok bagi pengguna yang sehari-hari berkendara di dalam kota, tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang siap digunakan untuk perjalanan antarkota tanpa bergantung sepenuhnya pada infrastruktur pengisian daya. Pengisian baterai juga tetap dapat dilakukan melalui DC Fast Charging, dengan waktu pengisian dari 20 persen hingga 80 persen sekitar 30 menit.

Selain mengandalkan teknologi REEV, iCAR V27 dibekali sistem Three-Motor True Electric AWD, terdiri atas satu motor generator dan dua motor penggerak di roda depan serta belakang. Konfigurasi tersebut dipadukan dengan sembilan mode berkendara, termasuk mode untuk jalan licin, lumpur, hingga medan off-road ringan. Kendaraan ini juga memiliki kemampuan melintasi genangan air hingga 600 mm melalui fitur Wade Mode, yang bekerja dengan mengoptimalkan distribusi torsi, sistem stabilitas, serta pengereman ketika melewati genangan.

Dari sisi performa, SUV tersebut menghasilkan tenaga gabungan 335 kW (455 PS) dengan torsi maksimum 505 Nm, serta mampu berakselerasi dari 0–100 km/jam dalam 5,9 detik. Distribusi bobot 50:50 turut dirancang untuk menjaga stabilitas dan karakter pengendalian kendaraan.

Munculnya teknologi REEV menunjukkan bahwa peta elektrifikasi kendaraan kini semakin beragam. Jika sebelumnya konsumen harus memilih antara mobil listrik murni atau hybrid, kini tersedia alternatif yang menggabungkan pengalaman berkendara khas EV dengan fleksibilitas perjalanan jarak jauh. Bagi pasar seperti Indonesia, yang infrastruktur pengisian dayanya masih terus berkembang, pendekatan tersebut berpotensi menjadi salah satu solusi transisi menuju mobilitas listrik secara lebih luas.

Post a Comment

Previous Post Next Post