Meski Ada Yang Gagal Finish, Pereli Wanita Tim Simpati Tunjukkan Taji di Sprint Rally Pasuruan

 

SWRT


Megatrend- Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026 di Sirkuit Bhayangkara Kejayan, Pasuruan, jadi panggung pembuktian bagi SIMPATI Woman Rally Team. Tiga pereli andalan mereka — Diva Zahra, Larasati, dan Patricia Revalina — harus berjibaku dengan trek gravel sempit bercampur bebatuan yang menuntut presisi tinggi. Di lintasan seperti ini, bukan cuma skill mengemudi yang diuji, tapi juga komunikasi pereli-navigator untuk menjaga ritme dan keputusan cepat.

🔥 Dominasi Podium Wanita

  SWRT sukses menguasai kategori perempuan. Diva Zahra tampil garang dengan merebut juara pertama, sementara Patricia Revalina mengamankan posisi runner-up. Tak berhenti di situ, Diva juga bikin kejutan dengan finis runner-up di Kelas F3 dan menempati peringkat ke-4 Grup F. Catatan ini menegaskan konsistensi Diva di lintasan yang menuntut fokus penuh.

 

SWRT

 

 

🚧 Perjuangan Larasati 

 Meski belum berhasil naik podium, Larasati menunjukkan progres signifikan. Ia mampu menjaga konsistensi meski sempat terganggu masalah mekanis. Perkembangan ini jadi modal penting untuk putaran berikutnya.

🎙 Rifat Sungkar Apresiasi SWRT

 Pendiri SWRT, Rifat Sungkar, menilai hasil ini sebagai gambaran positif perkembangan tim. “Komposisi SWRT menarik karena tiap pereli ada di tahap berbeda. Diva jadi benchmark, Patricia punya antusiasme tinggi, dan Larasati menunjukkan progres meski terkendala mekanis,” ujarnya. Rifat juga menegaskan target Diva kini makin tinggi: juara di Kelas F3, kelas dengan kompetisi ketat.

🌟 Lebih dari Sekadar Hasil Instan 

SWRT jelas tak sekadar mengejar kemenangan cepat. Setiap putaran jadi bagian dari proses membangun kemampuan dan pengalaman pereli wanita mereka. Rifat berharap kiprah SWRT bisa menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terjun ke dunia reli.

Singkatnya, Pasuruan jadi bukti bahwa SWRT bukan tim biasa. Mereka hadir dengan misi jangka panjang: membangun generasi pereli wanita yang tangguh, konsisten, dan siap bersaing di level tertinggi.

Kalau mau kita ulas lebih detail, kamu tertarik bahas performa Diva Zahra, tantangan lintasan gravel, atau strategi pengembangan tim?

Post a Comment

Previous Post Next Post