![]() |
| SA |
Megatrend — PT Sokonindo Automobile kembali menghadirkan gebrakan lewat DFSK E5 Plus. SUV elektrifikasi premium ini bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga sumber energi portabel berkat teknologi Vehicle-to-Load (V2L). Dalam rangkaian Media Journey Jakarta–Bali, DFSK mengajak media dan KOL untuk merasakan langsung bagaimana E5 Plus bisa menyuplai listrik untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak hingga menikmati kopi di alam terbuka.
V2L: Energi di Luar Kabin
Melalui tantangan memasak 15 menit di Vila So Long, Banyuwangi, peserta ditantang menyiapkan makanan dengan memanfaatkan listrik dari E5 Plus. Aktivitas ini menegaskan bahwa V2L bukan sekadar fitur teknis, melainkan solusi nyata untuk mendukung gaya hidup modern. Franz Wang, COO PT Sokonindo Automobile, menegaskan: “Melalui V2L, E5 Plus tidak hanya membawa energi untuk menggerakkan kendaraan, tetapi juga dapat menjadi sumber energi untuk berbagai aktivitas di perjalanan.”
Lifestyle Baru di Perjalanan
DFSK ingin menunjukkan bahwa mobilitas kini bisa berpadu dengan gaya hidup. Dengan V2L, pengguna dapat:
- Menikmati kopi di mana saja tanpa bergantung pada listrik lokasi.
- Memasak makanan saat perjalanan outdoor.
- Mengisi perangkat elektronik dengan mudah.
Keunggulan ini semakin diperkuat dengan fitur fuel recharge, di mana baterai dapat kembali terisi menggunakan mesin bensin saat V2L aktif. Artinya, pengguna tidak perlu khawatir kehabisan energi di tengah aktivitas.
Dual-Energy Premium Urban SUV
DFSK E5 Plus hadir sebagai SUV urban premium dengan konsep dual-energy, memadukan teknologi elektrifikasi dan fleksibilitas mesin bensin. Dengan kapasitas ini, E5 Plus bukan hanya kendaraan mobilitas, tetapi juga mobile power source yang mendukung aktivitas leisure, perjalanan panjang, hingga kegiatan outdoor.
Transformasi Brand DFSK
Rangkaian Media Journey ini menjadi bagian dari strategi DFSK memperkuat transformasi menuju kendaraan penumpang dengan teknologi relevan untuk kebutuhan mobilitas modern. Setelah Banyuwangi, perjalanan berlanjut ke Bali sebagai destinasi akhir, memperlihatkan bagaimana teknologi new energy bisa hadir lebih dekat dengan konsumen Indonesia.

Post a Comment