![]() |
| GM |
Megatrend – Pameran internasional GIFA dan METEC Indonesia 2026 resmi berakhir dengan catatan gemilang. Selama empat hari di JIExpo Kemayoran, ajang ini berhasil menghimpun 260 perusahaan dari 20 negara dan lebih dari 6.000 pengunjung profesional. Fokus utama tahun ini adalah efisiensi energi, dekarbonisasi, serta penerapan smart factory dan ekonomi sirkular.
Transformasi Industri Logam
Dialog intensif antara pelaku industri menyoroti tantangan produktivitas, standar mutu, dan penciptaan nilai tambah di sektor hilir. Lars Wismer dari Messe Düsseldorf Asia menegaskan pentingnya kolaborasi untuk membawa rantai nilai logam Indonesia ke fase pertumbuhan berikutnya. Sementara itu, Dr. Sri Raharno dari ITB menekankan perlunya industri yang rendah karbon, hemat energi, dan terdigitalisasi agar mampu bersaing di rantai pasok global.
Inovasi & Fokus Aluminium
Sejumlah eksibitor menghadirkan solusi konkret, mulai dari perangkat lunak berbasis AI untuk efisiensi energi hingga tungku industri dengan pembakar regeneratif yang mampu memangkas konsumsi bahan bakar hingga 45%. Tahun ini juga diperkenalkan fokus strategis baru pada aluminium, dengan proyeksi kapasitas nasional melonjak tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan. GIFA dan METEC Indonesia pun mengambil peran aktif menutup kesenjangan rantai pasok antara hulu dan hilir.
Kembali di 2028
Kesuksesan edisi ketiga ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat teknologi pemrosesan logam di Asia Tenggara. Ajang berikutnya akan kembali digelar di JIExpo Kemayoran pada September 2028, menghadirkan Aluminium Pavilion sebagai salah satu highlight utama.

Post a Comment