Halal Indo 2026 Ditutup Semarak, Perkuat Posisi Indonesia sebagai Kiblat Modest Fashion Dunia

Dyandra




Megatrend— Penyelenggaraan Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 resmi berakhir pada Minggu (27/9). Berlangsung selama empat hari (24–27 September 2026) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, pameran yang memasuki tahun ketiga ini sukses menyedot perhatian publik berkat perpaduan unik antara bisnis, edukasi, dan hiburan.

Hingga hari terakhir, ribuan pengunjung tampak antusias memadati area pameran untuk berburu produk Industri Kecil dan Menengah (IKM), menikmati promo eksklusif, hingga mengikuti berbagai sesi wawasan industri halal.

Indonesia Kokoh di Puncak Modest Fashion Global

Geliat sektor gaya hidup dan fesyen muslim di Halal Indo 2026 sejalan dengan visi strategis nasional. Pada hari pembukaan, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa Indonesia kini berada di peringkat keempat ekosistem industri halal dunia dan menempati posisi pertama secara global untuk sektor modest fashion.

Dengan populasi muslim mencapai sekitar 252,8 juta jiwa, Indonesia memiliki modal pasar yang raksasa.

"Posisi kita cukup kuat, peringkat pertama untuk modest fashion dan peringkat ketiga untuk makanan halal. Hal ini menunjukkan Indonesia bukan hanya pasar yang besar, tetapi telah memiliki pijakan kuat untuk menjadi produsen utama dalam rantai pasok halal dunia," ujar Agus Gumiwang.

Pernyataan tersebut diterjemahkan dengan apik di area pameran. Berbagai jenama lokal dan IKM memamerkan koleksi ready-to-wear, hijab, hingga aksesori kontemporer yang memadukan tren modern dengan nilai-nilai syariat, membuktikan daya saing kualitas desainer lokal di kancah global.

Padukan Edukasi Bisnis, Kreativitas, hingga Kolaborasi Lintas Sektor

Selain pameran produk, panggung Halal Connect menjadi magnet utama lewat berbagai diskusi interaktif. Sejumlah tokoh publik dan pakar hadir mengupas tuntas masa depan industri halal, di antaranya:

  • Dimas Seto & Dhini Aminarti dalam sesi "From Faith to Business: Building a Halal Life & Legacy".

  • Annisa Swafira (CEO Lokasaji) & Almeyda Nayara membahas strategi bisnis kuliner halal.

  • BPJPH dan Prof. Dr. Mala Nurilmala (Halal Science Center IPB) mengupas integritas halal pada gelatin dan kolagen.

  • Ricky Harun & Herfiza bersama para akademisi membahas growth mindset untuk masa depan industri halal global.

Kemeriahan pameran juga ditunjang oleh program interaktif seperti Halal Passport bagi pengunjung yang berburu hadiah, kompetisi kreator konten dan jastiper (Creator of the Day & Jastiper All), serta penawaran khusus ibadah umrah dan haji dari AMI Tour.

Di sela-sela pameran industri halal, dinamika bisnis ritel otomotif turut mewarnai pekan ini. Dealer Suzuki Buana Indo Trada (BIT) Pulo Gadung, Jakarta Timur, secara resmi memperkenalkan konsep baru “From Heart to Experience” untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan melalui pembaruan fasilitas showroom yang modern dan fungsional.

Ditutup Meriah dengan Fashion Show dan Tribute The Beatles

Hari terakhir penyelenggaraan ditutup dengan rangkaian acara padat, mulai dari workshop pengolahan cokelat bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Afa Cokelat Jember, Halal Connect x Kajian Musawarah bersama Ust. Ahmad Ridwan, hingga panggung mode Halal Connect x Scarf Media Fashion Show yang menampilkan karya desainer muda lulusan Islamic Fashion Institute. Sebagai penutup manis, penampilan grup musik New Chapter yang membawakan tribut lagu-lagu legendaris The Beatles mengakhiri pameran dengan semarak.

Project Manager Halal Indo 2026, Ismi Puspita, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan seluruh pihak, mulai dari sponsor, media, hingga antusiasme masyarakat yang tinggi.

"Melalui penyelenggaraan ketiga ini, kami ingin pengunjung dapat menemukan produk yang dibutuhkan, menikmati penawaran, sekaligus mengenal lebih dekat merek lokal. Harapannya, ketertarikan masyarakat selama pameran dapat berlanjut menjadi permintaan nyata dan stimulus pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia," pungkas Ismi.

Post a Comment

Previous Post Next Post