![]() |
| Changan |
Megatrend – Changan punya pemain baru untuk meramaikan pasar mobil listrik Indonesia. Namanya Nevo, sub-brand yang berada di bawah Changan Automobile dan memang dibuat dengan satu fokus utama: kendaraan energi baru alias new-energy vehicle (NEV) serta teknologi pintar.
Debut Nevo di Indonesia dilakukan melalui Changan Nevo Q05, sebuah SUV listrik yang sebelumnya menjadi salah satu model yang dipamerkan Changan di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
Nevo sendiri bukan sekadar nama baru yang ditempelkan pada produk lama. Changan menyebut nama Nevo merupakan singkatan dari New Evolution, New Vision, dan New Origin. Filosofinya cukup jelas: teknologi harus membuat kehidupan lebih mudah, bukan malah membuat pemiliknya semakin sibuk memikirkan cara mengoperasikan mobil.
Di Indonesia, Nevo akan berjalan berdampingan dengan Deepal. Keduanya sama-sama menjadi bagian dari portofolio Changan, tetapi hadir dengan karakter dan pendekatan produk yang berbeda.
“Bersama Indomobil Group, Changan ingin membawa Nevo lebih dekat dengan masyarakat Indonesia melalui inovasi dan teknologi elektrifikasi yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia.
Q05: SUV Listrik yang Jadi Ujung Tombak
Sebagai model pertama Nevo di Indonesia, Q05 mengusung konsep ‘Smart Drive, Easy Life’. Sasaran utamanya adalah generasi muda dan keluarga modern yang membutuhkan mobil listrik untuk aktivitas sehari-hari, tetapi tetap ingin ruang yang memadai dan teknologi yang lengkap.
Ukuran Q05 juga cukup masuk akal untuk digunakan di perkotaan. SUV listrik ini memiliki panjang 4.435 mm, lebar 1.855 mm, tinggi 1.600 mm, dengan wheelbase 2.735 mm.
Yang menarik, Changan mengklaim ruang kabinnya mencapai 2.899 mm, dengan tingkat pemanfaatan ruang sebesar 86,6 persen. Jadi, meskipun dimensinya masih tergolong ramah untuk perkotaan, bagian dalamnya dibuat semaksimal mungkin.
Urusan barang bawaan juga tidak dilupakan. Bagasi belakang menyediakan kapasitas 540 liter, yang dapat berkembang menjadi 1.380 liter ketika jok belakang dilipat. Bahkan ada hidden storage 90 liter di bawah lantai bagasi.
Dengan kata lain, stroller, koper, perlengkapan olahraga, sampai barang-barang yang biasanya membuat bagasi terlihat seperti gudang masih punya tempat di Q05.
Motor 120 kW dan Jarak Tempuh 462 Km
Untuk menggerakkannya, Nevo Q05 menggunakan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor dengan tenaga maksimum 120 kW dan torsi puncak 190 Nm. Penggeraknya menggunakan roda depan alias FWD.
Motor tersebut mendapatkan suplai energi dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 51,9 kWh.
Pengemudi juga bisa memilih lima mode berkendara, yaitu Standard, Comfort, Sport, Custom, dan i-EM.
Sementara untuk urusan efisiensi, Q05 memiliki active grille shutter dan bodi dengan desain aerodinamis. Nilai koefisien hambatan anginnya diklaim mencapai Cd 0,265.
Dalam kondisi baterai penuh, jarak tempuhnya mencapai 462 km berdasarkan metode NEDC.
Isi Daya 15 Menit, Bisa Jadi Sumber Listrik
Salah satu bagian yang cukup menarik adalah teknologi pengisian baterainya. Q05 menggunakan Golden Shield Battery 2.0 dengan dukungan 3C fast charging hingga 162 kW.
Changan mengklaim pengisian baterai dari 30 hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit. Bahkan pengisian selama lima menit disebut mampu menambah jarak tempuh sekitar 100 km.
Selain untuk menggerakkan mobil, baterainya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain. Q05 dibekali fitur Vehicle-to-Load (V2L) 3,3 kW, sehingga energi dari mobil dapat digunakan untuk memasok listrik ke perangkat eksternal.
Teknologi Bukan Sekadar Pajangan
Nevo juga membekali Q05 dengan sejumlah perangkat bantuan berkendara. Salah satunya adalah 540° Surround View dengan transparent chassis, yang memungkinkan pengemudi mendapatkan gambaran area sekitar kendaraan.
Ada pula 360° Driving Video Recorder dan Smart Lighting System.
Untuk sistem bantuan pengemudi, Q05 memiliki 18 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) serta tujuh fitur Intelligent Driver Assistance. Kombinasi tersebut mendukung kemampuan bantuan berkendara hingga Level 2.
Perangkat keselamatannya juga cukup lengkap, mulai dari ABS, EBD, EBA, TCS, ESP, RSC, hingga Real-Time Digital TPMS. Electric Parking Brake dengan Auto Hold, ISOFIX, dan enam airbags juga tersedia.
Baru Muncul, Langsung Dapat 876 SPK
Jika melihat respons awal konsumen, Nevo tampaknya punya alasan untuk cukup percaya diri.
Dalam gelaran GIIAS 2026, Changan mencatat total 1.120 SPK. Dari angka tersebut, Nevo Q05 menyumbang 876 SPK, atau sekitar 78 persen dari total pemesanan Changan selama pameran.
Angka tersebut menjadi modal awal Nevo untuk masuk lebih serius ke pasar Indonesia.
Di pasar global, Q05 juga disebut telah mengumpulkan penjualan kumulatif 100.000 unit hanya dalam delapan bulan sejak diluncurkan. Model ini bahkan diklaim menjadi e-SUV kompak dengan penjualan tertinggi di China selama tiga bulan berturut-turut.
Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah resep yang sama bisa bekerja di Indonesia?
Changan jelas berharap jawabannya adalah iya. Dengan Nevo, perusahaan ingin menawarkan mobil listrik yang tidak hanya mengandalkan angka jarak tempuh atau daftar fitur, tetapi juga kemudahan penggunaan sehari-hari.
Dan Q05 adalah mobil pertama yang akan membuktikan apakah formula ‘Smart Drive, Easy Life’ tersebut benar-benar bekerja di jalanan Indonesia.

Post a Comment