Perusahaan Tambang dan Konstruksi Beralih ke Digital, Ini Sorotan Engineering Week 2026

 

Pamerindo


Megatrend– Transformasi industri kini tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan mesin dan peralatan yang lebih besar atau lebih canggih. Di tengah semakin kompleksnya operasi pertambangan, konstruksi, dan manufaktur, perusahaan mulai mengandalkan integrasi data, telematika, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan produktivitas operasional. Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam IEE Series – Engineering Week 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Pada hari ketiga penyelenggaraan acara, seminar PERTAABI Summit mengangkat tema transformasi digital dalam pemeliharaan alat berat melalui sesi bertajuk*“From Corrective to Prescriptive: Driving Reliable Mining Operations through Digital Transformation of Heavy Equipment Maintenance.”* Dalam kesempatan tersebut, Mufrod Feriyanto, Senior Business Development Manager Hexagon, menjelaskan bagaimana digitalisasi membantu perusahaan tambang mengambil keputusan lebih cepat dan akurat melalui pemanfaatan data yang valid.

Menurutnya, data yang terintegrasi memungkinkan berbagai divisi, mulai dari engineering, produksi, hingga maintenance, menggunakan parameter yang sama untuk mengoptimalkan pemeliharaan peralatan. Teknologi juga dapat membantu pemantauan kondisi jalan tambang dan kesehatan alat berat secara real-time sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal.

Transformasi Maintenance: Dari Corrective ke Predictive

Perubahan terbesar dalam industri saat ini adalah pergeseran pendekatan maintenance dari corrective maintenance menuju predictive dan prescriptive maintenance. Jika sebelumnya perusahaan hanya memperbaiki peralatan setelah terjadi kerusakan, kini analisis data memungkinkan perusahaan memprediksi potensi gangguan sebelum berdampak pada operasional.

Dengan sistem berbasis data, perusahaan tidak hanya mengetahui apa yang telah terjadi di lapangan, melainkan juga dapat memperkirakan kondisi yang akan terjadi serta menentukan tindakan pencegahan yang tepat. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keandalan operasional sekaligus mengurangi biaya akibat downtime alat berat.

Telematika dan AI Dorong Efisiensi Operasi Alat Berat

Implementasi teknologi digital juga terlihat di area pameran outdoor Engineering Week 2026. Berbagai perusahaan memamerkan solusi telematika, sistem monitoring, dan pengolahan data operasional yang memungkinkan alat berat menghasilkan informasi terkait performa dan kondisi unit secara langsung.

Salah satu inovasi ditampilkan oleh Shandong Heavy Industry Indonesia (SDHI), yang mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan artifisial ke dalam peralatan operasional. Solusi ini membantu perusahaan memantau unit yang bekerja di lokasi terpencil atau area berisiko tinggi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran operator di lapangan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa tantangan industri modern tidak hanya terletak pada kemampuan mesin untuk bekerja, tetapi juga pada bagaimana perusahaan mengelola kondisi peralatan agar beroperasi secara optimal, aman, dan efisien.

Dashboard Terintegrasi Jadi Solusi Pengambilan Keputusan

Digitalisasi industri juga semakin terlihat pada berbagai solusi perangkat lunak yang dipamerkan di area indoor. Berbagai platform menampilkan kemampuan integrasi data operasional dalam satu dashboard terpusat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Salah satu yang menarik perhatian adalah platform Minexus dari Virtu. Sistem ini mengintegrasikan berbagai sumber data operasional seperti telemetri armada, data cuaca, inspeksi drone, CCTV monitoring, hingga laporan operator dalam satu tampilan visual berbasis 3D. Menurut Founder Virtu, Evan Kusuma, pendekatan ini membantu operator dan manajemen bekerja lebih proaktif dalam mendeteksi anomali operasional sebelum berkembang menjadi masalah serius.

IoT dan BIM Percepat Digitalisasi Industri

Teknologi Internet of Things (IoT) juga menjadi bagian penting dalam transformasi industri. IoT Kreasi Indonesia menghadirkan solusi sensor digital yang dapat mendeteksi potensi kerusakan bangunan maupun gangguan operasional sejak dini. Data yang dihasilkan sensor dapat dipantau melalui dashboard sehingga perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi operasional di lapangan.

Sementara itu, di sektor konstruksi, penerapan Building Information Modelling (BIM) semakin berkembang sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi proyek. Pendiri Archilantis, Harbayu Budhi Waryawan, menjelaskan bahwa BIM memungkinkan proses simulasi dan deteksi potensi konflik desain sejak tahap perencanaan sehingga risiko kesalahan konstruksi dapat diminimalkan sebelum pembangunan dimulai.

Telematika Armada Tingkatkan Efisiensi dan Keselamatan

Pada sektor transportasi dan armada operasional, PT Gaya Makmur Mobil (GM Mobil) memperkenalkan sistem manajemen armada digital melalui GM Teletech. Teknologi ini memungkinkan pemantauan lokasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, kecepatan, pola operasional, hingga kondisi pengemudi secara real-time melalui fitur dash-cam dan telematika terintegrasi.

Dengan pendekatan tersebut, perusahaan tidak hanya memperoleh informasi posisi kendaraan, tetapi juga insight mengenai efisiensi bahan bakar, produktivitas armada, dan aspek keselamatan kerja yang menjadi prioritas dalam operasional modern.

Data Menjadi Fondasi Masa Depan Industri

Berbagai inovasi yang ditampilkan dalam IEE Series – Engineering Week 2026 menunjukkan bahwa masa depan industri semakin bergantung pada kemampuan menghubungkan equipment, data, dan teknologi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Digitalisasi bukan lagi sekadar adopsi teknologi baru, melainkan strategi untuk meningkatkan efisiensi, meminimalkan risiko, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Penyelenggaraan IEE Series – Engineering Week 2026 akan selesai pada esok hari, 12 September 2026 dan menghadirkan berbagai pameran seperti Mining Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Southeast Asia – Indonesia, Water Indonesia, ADEXCO, serta GIFA & METEC Indonesia.


Post a Comment

Previous Post Next Post