![]() |
| Astra |
Megatrend- Astra (Yayasan Astra – YDBA) kembali menunjukkan konsistensinya dalam mendampingi pelaku usaha kecil untuk naik kelas. Berkolaborasi dengan Sparks Fashion Academy (SFA), Yayasan Astra – YDBA sukses memboyong lima Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) fashion binaan untuk tampil di ajang Fashion Nation 20th Edition bertema “The Future Nostalgic” yang digelar di Main Atrium, Senayan City, Jakarta, Minggu (20/9).
Dalam perhelatan bergengsi tersebut, kelima UMKM pilihan menampilkan koleksi busana siap pakai (ready-to-wear) bernilai jual tinggi yang mengangkat keindahan kain tradisional Tenun Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum panggung peragaan busana dimulai, pihak Yayasan Astra – YDBA dan SFA terlebih dahulu membagikan kisah sukses perjalanan pembinaan UMKM fashion melalui sesi mini talkshow.
Pembinaan Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Koleksi Tenun Manggarai Barat yang memukau di panggung Fashion Nation tahun ini merupakan hasil nyata dari program pembinaan jangka panjang yang dilakukan Yayasan Astra – YDBA selama dua tahun terakhir di kawasan yang juga berstatus sebagai Desa Sejahtera Astra (DSA) tersebut.
Pendampingan yang diberikan tidak setengah-setengah, melainkan mencakup keseluruhan rantai pasok dari hulu ke hilir. Mulai dari peningkatan teknik tenun, standardisasi produk, manajemen usaha agar memenuhi standar Quality, Cost & Delivery (QCD) industri fashion, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi erat dengan SFA, kain tenun tradisional diolah secara kreatif oleh para desainer menjadi busana modern yang tetap mempertahankan identitas budayanya masing-masing.
Ketua Pengurus Yayasan Astra – YDBA, Rahmat Samulo, menegaskan bahwa wastra lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan leluhur yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
“Bagi Yayasan Astra – YDBA, wastra bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga peluang bagi UMKM untuk naik kelas. Lewat kolaborasi dengan SFA, UMKM binaan kami dibekali sense of business sekaligus sense of design, sehingga Tenun Manggarai Barat dapat hadir sebagai busana modern yang siap bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Rahmat Samulo.
Lima Karakter Unik UMKM Fashion Binaan
Kelima UMKM yang tampil di panggung nasional ini merupakan hasil kurasi ketat bersama tim mentor SFA melalui program Fashion Design Intermediate. Penilaian didasarkan pada keaktifan, konsistensi pelatihan, kualitas pengerjaan proyek, keunikan DNA brand yang selaras dengan tema “The Future Nostalgic”, hingga komitmen penuh mengikuti seluruh rangkaian program menuju Fashion Nation 2026.
Masing-masing UMKM menampilkan karakter serta ciri khas yang berbeda:
- Soloputri: Menghadirkan eksplorasi eco coloring, siluet minimalis, serta motif yang terinspirasi dari identitas Indonesia.
- Alendra: Mengandalkan kekuatan wastra dengan kemampuan memadukan elemen etnik menjadi tampilan modern yang sangat komersial.
- Copa de Flores: Membawa desain bernuansa arsitektur serta ciri khas tenun Nusa Tenggara dalam balutan gaya modern dan youthful.
- Conny’s Creation: Menampilkan eksplorasi experimental textile dengan gaya eclectic yang unik.
- Kelow: Berfokus pada spesialisasi denim, gaya edgy, serta etnik kontemporer yang dekat dengan selera anak muda.
Perkuat Rantai Pasok Menuju Pasar Global
Tahun 2026 menandai tahun ketiga sinergi antara Yayasan Astra – YDBA dan SFA, menyusul dimulainya pelatihan bersama pada 2024 lalu dan keikutsertaan perdana UMKM di Fashion Nation sejak 2025.
Setiap tahunnya, Yayasan Astra – YDBA secara konsisten membina sekitar 100 UMKM fashion, di mana 25 di antaranya diikutsertakan dalam program kolaborasi khusus bersama SFA. Program pembinaan ini dibagi menjadi tiga jenjang, yakni Basic, Intermediate, dan Professional—mencakup dasar desain, riset tren, pengembangan merek, hingga strategi ekspansi bisnis ritel.
Dalam kerangka pembinaan rantai pasok tersebut, SFA berperan sebagai ahli (expert) dan mentor desain yang memperkuat kompetensi industri, mulai dari perancangan hingga branding.
Menyongsong tahun 2027 yang diprediksi menjadi momentum recovery bagi industri fashion Tanah Air, Yayasan Astra – YDBA berharap sinergi lintas sektor ini dapat terus berlanjut. Langkah ini diharapkan mampu memberi ruang lebih luas bagi wastra lokal untuk tidak hanya berjaya di panggung nasional, tetapi juga menembus pasar global.

Post a Comment