![]() |
| BCS |
Kondisi kendaraan yang terawat dan pandangan yang jelas saat berkendara menjadi dua faktor penting untuk mengurangi risiko kecelakaan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem dan musim hujan.
Megatrend– Keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada keterampilan pengemudi di balik kemudi. Kondisi kendaraan yang terjaga melalui perawatan preventif serta visibilitas yang optimal saat berkendara menjadi dua unsur penting yang turut menentukan keamanan perjalanan di jalan.
Kesadaran terhadap perawatan preventif kendaraan menjadi semakin penting mengingat kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 1,19 juta orang meninggal dunia setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, sementara jutaan lainnya mengalami cedera. WHO juga menyebut kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab kematian utama bagi kelompok usia 5 hingga 29 tahun.
Pakar keselamatan transportasi menilai risiko kecelakaan tidak hanya dipengaruhi faktor pengemudi, tetapi juga kondisi kendaraan. Karena itu, perawatan preventif menjadi bagian penting dari pendekatan safe system yang menekankan pentingnya kendaraan yang aman, pengguna jalan yang bertanggung jawab, serta infrastruktur yang mendukung.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, banyak pengendara masih berfokus pada perawatan komponen utama seperti mesin, rem, dan ban. Padahal, komponen pendukung yang berperan menjaga visibilitas, seperti wiper dan sistem pencahayaan, juga memiliki kontribusi besar dalam membantu pengemudi mengantisipasi risiko di jalan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Aan Suhanan, melalui Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Heri Prabowo, menegaskan bahwa keselamatan harus dijaga sepanjang siklus hidup kendaraan, mulai dari tahap desain, produksi, registrasi, hingga masa operasional.
Menurutnya, keselamatan jalan bergantung pada tiga elemen utama, yakni kendaraan yang laik jalan, pengemudi yang kompeten, serta infrastruktur dan ekosistem yang mendukung.
"Kendaraan yang terawat merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan di jalan. Karena itu, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala perlu terus ditingkatkan," ujarnya dalam diskusi keselamatan berkendara di Jakarta.
Visibilitas Menentukan Pengambilan Keputusan
Salah satu aspek yang kerap luput dari perhatian adalah visibilitas. Padahal, kemampuan melihat kondisi jalan secara jelas menjadi dasar bagi pengemudi dalam mengambil keputusan.
Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa sebagian besar keputusan saat berkendara berasal dari informasi visual yang diterima pengemudi.
“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” kata Yannes.
Menurutnya, kondisi hujan, kabut, atau kaca kendaraan yang kotor dapat mengurangi kualitas pandangan dan memperlambat pengemudi dalam mengenali potensi bahaya. Akibatnya, waktu yang tersedia untuk bereaksi menjadi lebih singkat sehingga risiko kecelakaan meningkat.
![]() |
| Bosch |
Pentingnya Perawatan Preventif
Perawatan preventif merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik kendaraan untuk memastikan seluruh komponen bekerja optimal sebelum mengalami kerusakan.
Perawatan preventif dilakukan untuk mendeteksi penurunan performa komponen sebelum berkembang menjadi kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan. Pemeriksaan rutin terhadap ban, rem, lampu, aki, cairan kendaraan, hingga wiper dapat membantu memastikan kendaraan berada dalam kondisi optimal saat digunakan. Kendaraan yang dirawat secara berkala juga berpotensi mengurangi risiko gangguan teknis di tengah perjalanan.
Pentingnya perawatan preventif terlihat dari data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) Amerika Serikat yang menunjukkan terdapat hampir 11.000 kecelakaan terkait ban setiap tahun, dengan lebih dari 600 korban meninggal dunia. Banyak kasus tersebut berkaitan dengan kondisi ban yang tidak terawat, seperti tekanan angin yang kurang atau keausan yang tidak terdeteksi sejak dini.
Selain ban, komponen yang menunjang visibilitas juga memerlukan perhatian. Wiper yang aus, kaca depan yang kotor, atau lampu yang tidak berfungsi optimal dapat mengurangi kemampuan pengemudi membaca kondisi jalan, terutama saat hujan deras atau malam hari.
Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengatakan banyak komponen keselamatan mengalami penurunan performa secara bertahap sehingga sering tidak disadari oleh pengemudi.
Salah satunya adalah wiper yang berfungsi menjaga kaca depan tetap bersih saat hujan. Ketika karet wiper mulai aus, sapuan dapat meninggalkan garis air, menimbulkan suara berdecit, atau tidak membersihkan kaca secara merata. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pandangan pengemudi.
“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi untuk melakukan penggantian,” ujar Griselda.
Selain wiper, pemeriksaan berkala terhadap lampu kendaraan, ban, sistem pengereman, dan cairan kendaraan juga menjadi bagian penting dari perawatan preventif yang mendukung keselamatan berkendara.
Teknologi Harus Mendukung Keselamatan
Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, mengatakan bahwa teknologi memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pengguna jalan. Namun, manfaat teknologi akan lebih terasa ketika dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pengguna.
“Dalam mobilitas, kami ingin menghadirkan teknologi yang membantu membuat perjalanan menjadi lebih aman sekaligus dapat diandalkan dalam berbagai kondisi,” katanya.
Menurut Pirmin, keselamatan tidak hanya berkaitan dengan inovasi teknologi terbaru, tetapi juga memastikan komponen-komponen penting yang mendukung perjalanan tetap berada dalam kondisi terbaik.
Keselamatan Berawal dari Kebiasaan
Para ahli menilai keselamatan berkendara pada akhirnya merupakan hasil kombinasi antara perilaku pengemudi yang bertanggung jawab dan kondisi kendaraan yang terawat. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa kondisi wiper, membersihkan kaca kendaraan, memastikan lampu berfungsi normal, serta melakukan servis berkala dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Terlebih saat memasuki musim hujan, menjaga visibilitas menjadi semakin penting. Sebab, sebelum pengemudi dapat mengambil keputusan yang tepat di jalan, mereka harus terlebih dahulu mampu melihat situasi di hadapannya dengan jelas.
Dengan demikian, perawatan preventif dan visibilitas bukan sekadar aspek teknis kendaraan, melainkan bagian penting dari budaya keselamatan berkendara yang perlu menjadi perhatian setiap pengguna jalan.
Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, perawatan preventif tidak lagi sekadar rutinitas servis kendaraan, melainkan bagian dari budaya keselamatan berkendara. Pemeriksaan sederhana yang dilakukan secara berkala dapat membantu pengemudi mengidentifikasi potensi masalah lebih awal, menjaga visibilitas tetap optimal, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di jalan.
Sebab pada akhirnya, keselamatan perjalanan tidak hanya ditentukan oleh cara seseorang mengemudi, tetapi juga oleh kesiapan kendaraan yang digunakan setiap hari. Dengan kendaraan yang terawat dan visibilitas yang baik, pengemudi memiliki lebih banyak waktu dan kesempatan untuk mengantisipasi risiko yang muncul selama perjalanan.


Post a Comment