![]() |
| AR |
Megatrend - Sirkuit Pertamina Mandalika kembali menjadi saksi lahirnya catatan bersejarah di ajang MotoGP. Kali ini giliran Aprilia Racing yang mencuri perhatian setelah berhasil menempatkan empat motor RS-GP26 di empat posisi teratas pada balapan utama MotoGP Mandalika, Minggu.
Prestasi tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah MotoGP bagi pabrikan asal Noale, Italia, itu. Dominasi Aprilia dipimpin oleh Marco Bezzecchi yang tampil impresif sejak lampu start padam hingga garis finis.
Berangkat dari posisi kedua, Bezzecchi menunjukkan performa matang dan penuh perhitungan. Pembalap Italia itu sukses mengendalikan jalannya lomba sekaligus mencatatkan putaran tercepat dengan waktu 1 menit 29,960 detik. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan ke-11 Bezzecchi di kelas utama dan yang kelima musim ini setelah sebelumnya berjaya di Buriram, Goiânia, Austin, dan Mugello.
Tak hanya itu, kemenangan Bezzecchi juga memiliki nilai historis karena menjadi kemenangan ke-300 bagi pembalap Italia di kelas premier balap motor Grand Prix.
“Saya sangat senang dengan balapan ini. Sejak mengalami cedera di Sachsenring, saya terus mengejar kemenangan dan akhirnya bisa meraihnya di Mandalika. Hasil ini menjadi buah dari kerja keras seluruh tim yang tak pernah menyerah,” ujar Bezzecchi.
Dominasi Aprilia semakin lengkap setelah Raúl Fernández finis di posisi kedua. Pembalap SuperFile Trackhouse MotoGP Team itu tampil konsisten sepanjang balapan dan mengamankan podium ganda bagi pabrikan Italia tersebut.
Sementara itu, Jorge MartÃn menutup balapan di posisi ketiga. Meski gagal naik ke puncak podium, hasil tersebut tetap bernilai penting bagi pembalap Spanyol itu dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim ini.
Tambahan poin dari Mandalika mengantarkan MartÃn kembali memimpin klasemen sementara dengan koleksi 355 poin. Podium tersebut juga menjadi yang kesembilan musim ini dan ketiga secara beruntun setelah sebelumnya diraih di Austria dan Jepang.
“Saya berhasil mendapatkan hasil terbaik yang bisa diraih akhir pekan ini. Marco dan Raúl memang lebih cepat, tetapi yang terpenting saya tetap berada dalam jalur perebutan gelar juara dunia hingga seri-seri berikutnya,” kata MartÃn.
Catatan manis Aprilia disempurnakan oleh penampilan Ai Ogura. Pembalap muda asal Jepang itu finis di posisi keempat sehingga melengkapi sapu bersih empat besar bagi RS-GP26.
Hasil di Mandalika sekaligus menjadi kali keempat Aprilia menguasai seluruh podium musim ini setelah sebelumnya mencatatkan prestasi serupa di Le Mans, Assen, dan Silverstone. Torehan tersebut mempertegas status Aprilia sebagai salah satu kekuatan utama MotoGP musim 2026.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyebut keberhasilan di Mandalika sebagai hasil dari kerja keras seluruh elemen tim yang tak kenal lelah sepanjang musim.
“Hari Minggu ini akan menjadi hari yang sulit dilupakan. Untuk pertama kalinya empat motor RS-GP finis di empat besar. Namun, kami tetap harus rendah hati karena persaingan menuju akhir musim masih sangat ketat,” ujar Rivola.
Dengan lima seri tersisa, keberhasilan di Mandalika menjadi modal berharga bagi Aprilia untuk terus menjaga momentum dalam perburuan gelar juara dunia. Di tengah ketatnya persaingan MotoGP musim ini, dominasi di Lombok menjadi penegas bahwa pabrikan asal Noale tersebut kini bukan lagi sekadar penantang, melainkan kekuatan yang harus diperhitungkan hingga seri penutup musim.

Post a Comment