![]() |
| DBL |
Megatrend – Panggung AQUA DBL Dance 2026 menjadi ruang baru bagi anak muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus merayakan budaya. Bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, ajang ini menghadirkan perpaduan unik antara Wastra Nusantara dengan modern dance, musik, dan koreografi. Batik yang biasanya identik dengan acara formal, kini tampil segar dan relevan bagi generasi masa kini.
Tema 100% Indonesia yang diusung tahun ini memberi kesempatan bagi pelajar dari 31 kota dan 22 provinsi untuk menampilkan keberagaman budaya lewat karya mereka. Dari Surabaya hingga Palembang, setiap tim dance membawa interpretasi berbeda, mulai dari kostum batik, musik tradisional, hingga koreografi yang memadukan unsur budaya dengan sentuhan modern.
Di Surabaya, tim SDOB dari SMAN 6 menjadikan batik sebagai konsep utama penampilan mereka. Sementara di Jombang, tim Xtrada memadukan kebaya dan batik dengan musik tradisional Bali dan Jawa Tengah. Di Yogyakarta, tim SMAN 1 menampilkan makna motif batik seperti Parang, Kawung, dan Mega Mendung, bahkan menghadirkan sosok burung merak sebagai simbol keberanian.
Kreativitas juga hadir dari Bandung, Jakarta, dan Palembang. SMA Perguruan Rakyat 2 Jakarta menghadirkan koreografi terinspirasi proses membatik, sedangkan tim The Reverie dari SMA Xaverius 1 Palembang mengusung tema “Kartini: Woman Empire” dengan pesan kesetaraan gender. Semua penampilan menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga mengolahnya sesuai karakter mereka.
Adisti Nirmala, Marketing Director AQUA, menegaskan bahwa budaya akan tetap hidup ketika generasi muda merasa dekat dan bangga terhadapnya. AQUA DBL Dance 2026 membuktikan bahwa batik dan Wastra Nusantara bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan inspirasi yang terus hidup dan relevan lintas generasi.

Post a Comment