Dari Halaman ke Nada: Saat Personel Sore Spill Buku Favorit Mereka

 

Dyandra


Prelude menuju 25/7 Festival, Sore ngajakin lo balik jatuh cinta lagi sama buku. Literally.

Megatrend-  Siapa bilang anak band cuma baca lirik lagu? Di acara 25/7 Prelude yang digelar kemarin, 8 Oktober 2026 di Gramedia Jalma Melawai, band legendaris Sore buktiin kalau inspirasi mereka datangnya dari mana-mana — salah satunya dari buku!

Ini adalah pemanasan menuju creative festival  25/7 (Twenty Five Seven)  dari Dyandra Promosindo yang bakal digelar 4-6 Desember 2026 nanti di Taman Kota Peruri. Temanya keren banget: “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore".


6 Personel, 6 Buku, 6 Cerita Hidup

Dipandu moderator Haris Franky, sesi “Dari Halaman ke Nada” ini nggak kayak bedah buku yang kaku. Ini lebih kayak ngobrolin isi kepala personel Sore lewat buku yang paling ngaruh di hidup mereka. 


Spill-nya apa aja? Nih daftarnya:


- Larry Gonick - Kartun Riwayat Peradaban

- Ken Kesey - One Flew Over the Cuckoo's Nest

- Andrea Hirata - Laskar Pelangi

-  Nur Fajri Romadhon - Quran Mapping

- Sophie Kinsella - Finding Audrey

- *Larry Lange - The Beatles Way*


Random banget kan? Dari komik sejarah sampai Quran Mapping ada! Tapi di situ serunya. Kita jadi tau gimana cara mereka ngeliat dunia.


“Kalau musik adalah ekspresi dari apa yang kita temukan dalam hidup, sementara buku adalah temuan-temuan yang dituliskan oleh orang lain,” kata Awan Garnida. “Ketika kita baca ‘oh ternyata gini rasanya sakit hati, jatuh cinta’, semua itu bisa kita tuangin jadi nada dan lirik.” Deep!


Sementara Bemby Gusti cerita soal buku Quran Mapping yang ngaruh banget ke lagunya “Jalan Hayat”. Buat Bemby, buku itu ngajarin dia buat nerima jalan hidup masing-masing dengan rasa syukur. “Setiap orang punya jalan hidup masing-masing. Apa pun yang dihadapkan ke saya akan saya syukuri, karena itu jalan saya.”


Bukan Cuma Sore, Ada The Adams & Littlefingers!


Buat festival 25/7 nanti, line-up awal udah di-spill juga! Bakal ada The Adams dengan indie-rock enerjiknya dan  lLittlefingers dengan electronic jazz yang super eksperimental. Kebayang dong bakal se-eklektik apa festivalnya nanti?

Project Manager 25/7, Rafi Elmanda bilang, “Buku dan musik sama-sama punya kemampuan untuk membangun imajinasi. Pengalaman menikmati musik juga bisa dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk dari apa yang kita baca.”

Jadi, 25/7 Prelude ini bukan sekadar nonton Sore live performance, tapi ngajakin kita buat balik lagi baca buku sebagai hobi. Karena siapa tau, bacaan lo hari ini jadi lagu hits lo besok? See you di Taman Kota Peruri, 4-6 Desember 2026!

Post a Comment

Previous Post Next Post