![]() |
| AR |
Megatrend- Rangkaian balapan MotoGP di luar Eropa berlanjut ke Asia Tenggara. Petronas Sepang International Circuit, Malaysia, akan menjadi tuan rumah putaran ke-19 musim ini akhir pekan mendatang.
Sorotan tertuju pada kondisi Jorge Martin. Pembalap asal Spanyol itu dipastikan tetap berangkat ke Malaysia meski mengalami cedera patah tulang radius distal tanpa pergeseran (non-displaced fracture). Cedera tersebut didapat akibat insiden saat sprint race di Sirkuit Phillip Island, Australia, pada seri sebelumnya.
Saat ini Martin tengah menjalani perawatan intensif sesuai anjuran tim medis. Kondisi fisik juara dunia MotoGP 2024 itu akan terus dievaluasi dari hari ke hari menjelang sesi Grand Prix di Sepang.
"Saya sedang menjalani perawatan yang diperlukan untuk memulihkan kondisi akibat cedera ini agar dapat tiba di Sepang dengan kondisi sebaik mungkin. Saat ini, belum memungkinkan untuk membuat prediksi apa pun. Kami harus mengevaluasi situasi dari hari ke hari," ujar Jorge Martin.
Sementara itu, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, datang ke Sepang dengan modal cukup positif. Pembalap bernomor 72 itu finis di posisi keempat pada sprint race Phillip Island. Sayangnya, balapan utama (main race) hari Minggu terpaksa dibatalkan panitia karena jarak pandang yang sangat buruk, sehingga helikopter medis tidak dapat beroperasi sesuai prosedur keselamatan.
Bezzecchi mengaku antusias kembali mengaspal di Sepang setelah kekecewaan di Australia.
"Saya sudah tidak sabar untuk tiba di Sepang, terutama karena kami tidak dapat menjalani balapan di Phillip Island. Saya senang bisa kembali ke sirkuit yang luar biasa seperti Sepang. Semoga kondisi cuaca mendukung dan kami dapat melanjutkan pekerjaan yang telah kami lakukan," kata Bezzecchi.
Sirkuit Sepang sendiri menjadi salah satu trek bersejarah di Kejuaraan Dunia. Terletak sekitar 50 km dari pusat Kota Kuala Lumpur, sirkuit sepanjang 5.540 meter ini tercatat sebagai sirkuit terpanjang kedua dalam kalender MotoGP musim ini.
Tata letak Sepang terdiri dari total 15 tikungan, yakni 10 tikungan ke kanan dan 5 tikungan ke kiri. Karakteristiknya yang menantang terletak pada zona pengereman berat, terutama di tikungan pertama dan tikungan terakhir, di mana pembalap harus melakukan deselerasi signifikan dengan perbedaan kecepatan lebih dari 200 km/jam saat masuk dan keluar tikungan.

Post a Comment