Penulis Best-Seller Rio Christiawan Suarakan Isu Keberlanjutan di Ubud Writers & Readers Festival 2026

SWN

 

 

 

Megatrend— Penulis buku best-seller sekaligus pakar hukum dan keberlanjutan, Rio Christiawan, menyuarakan isu keberlanjutan lewat partisipasinya dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2026. Festival sastra terkemuka di Asia Tenggara itu berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di Ubud, Bali.

Rio mengambil bagian di tiga hari terakhir festival dengan mengangkat isu kehidupan, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan melalui karya sastra. Tak hanya sebagai penulis, Rio yang juga anggota Satgas Biodiversity Credit Kementerian Lingkungan Hidup RI ini membawa perspektif hukum dan keberlanjutan dalam setiap sesinya.

Mendongeng Soal Hutan untuk Anak SD

Partisipasi Rio dimulai pada Kamis (23/10/2026) lewat program A Storytelling Adventure with Rio Christiawan di SD Negeri 1 Ubud. Di hadapan anak-anak, ia memperkenalkan buku anak terbarunya, Crombo & Loni: Sahabat dari Hutan melalui sesi mendongeng interaktif.

Kisah persahabatan dua gajah kecil, Crombo dan Loni, bersama dua anak manusia, Babas dan Majoli, menjadi medium untuk mengenalkan nilai persahabatan, empati, serta pentingnya menjaga hutan dan satwa sejak dini.

“Saya percaya bahwa cerita memiliki kekuatan untuk membentuk cara anak-anak memahami dunia di sekitarnya. Melalui Crombo & Loni, saya ingin memperkenalkan nilai persahabatan, empati, dan kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang dekat dengan imajinasi mereka,” ujar Rio.

Luncurkan Buku Filosofis Labirin Cromboloni

Sehari berselang, Jumat (24/10/2026), Rio meluncurkan buku non-fiksi terbarunya berjudul Labirin Cromboloni di Cucu Betutu, Ubud. Buku ini mengangkat refleksi filosofis kehidupan sehari-hari, mulai dari perjalanan, persahabatan, hingga pengalaman kehilangan.

Cromboloni — kreasi pastri perpaduan croissant dan bomboloni — digunakan Rio sebagai metafora hidup manusia. Seperti cromboloni yang berlapis-lapis, kehidupan juga dibentuk oleh berbagai pengalaman, keberhasilan, hingga kegagalan.

“Melalui Labirin Cromboloni, saya ingin mengajak pembaca melihat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan dalam satu garis lurus. Ada banyak lapisan pengalaman yang membentuk siapa diri kita hari ini, termasuk hal-hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian,” ungkap Rio.

Tutup dengan Diskusi Internasional Soal Kekuatan Cerita

Puncak partisipasi Rio terjadi di hari terakhir festival, Sabtu (25/10/2026) dalam diskusi panel internasional bertajuk Stories that Spark Change di Indus Restaurant, Ubud.

Rio hadir bersama pakar ekologi hutan asal Australia, David Lindenmayer, dan aktivis lingkungan Forest Campaigner Greenpeace Indonesia, Belgis Habiba. Diskusi dipandu penulis dan pegiat komunikasi perubahan iklim, Amanda Katili Niode.

Diskusi tersebut membahas peran sastra, riset ilmiah, dan aktivisme dalam mendorong aksi nyata terhadap persoalan sosial dan lingkungan. Rio kembali mengangkat buku Crombo & Loni sebagai contoh bagaimana sastra bisa menjadi kampanye edukasi lingkungan.

“Saya menyusun buku Crombo & Loni sebagai sarana kampanye edukasi lingkungan yang dimulai dari fakta mengenai kerusakan hutan dan dampaknya terhadap kehidupan satwa. Melalui karakter dua gajah kecil, saya ingin menyampaikan isu deforestasi dan pentingnya menjaga habitat alami dengan pendekatan yang kreatif, imajinatif, tetapi tetap logis dan mudah dipahami anak-anak,” jelas Rio.

Menurutnya, perjuangan menghadapi kerusakan hutan dan perubahan iklim adalah proses jangka panjang. Anak-anak yang mendengar cerita hari ini, kelak akan menjadi bagian dari solusi.

Melalui tiga program tersebut, Rio menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Fiksi mampu membangun empati lewat narasi karakter, sementara nonfiksi menghadirkan fakta dan analisis. Keduanya saling melengkapi untuk memperkuat pemahaman publik.

Partisipasinya di UWRF 2026 juga menegaskan peran penulis Indonesia yang tidak hanya memperkaya literasi, tetapi juga berkontribusi pada pendidikan dan upaya mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Post a Comment

Previous Post Next Post