![]() |
| BYD |
Megatrend- PT BYD Motor Indonesia memperkuat ekosistem layanan purna jual untuk kendaraan berteknologi Dual Mode (DM) di Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) yang tak hanya menawarkan efisiensi, tetapi juga membutuhkan dukungan layanan purnajual yang memadai.
Komitmen tersebut diperkenalkan melalui sesi BYD Technology Talks dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan mengusung tema "Own with Confidence".
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan pengalaman memiliki kendaraan tidak berhenti saat konsumen menerima mobil. Menurut dia, layanan purnajual yang andal menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan pelanggan selama menggunakan kendaraan.
"Melalui program ini, kami ingin menghadirkan rasa percaya diri di setiap tahap perjalanan pelanggan, mulai dari memilih kendaraan, menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari, hingga memperoleh layanan purna jual yang memberikan ketenangan dalam jangka panjang," ujar Eagle.
Dalam kesempatan itu, BYD juga menjelaskan teknologi Dual Mode (DM) yang menjadi basis kendaraan plug-in hybrid mereka. Sistem tersebut menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik melalui tiga komponen utama, yakni High Efficiency Engine, Electric Hybrid System (EHS), dan Blade Battery.
Kombinasi ketiga teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan efisiensi energi, performa berkendara yang responsif, sekaligus biaya operasional yang lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.
Salah satu klaim yang disampaikan BYD adalah efisiensi biaya perawatan. Berdasarkan simulasi penggunaan selama tiga tahun, BYD M6 DM disebut memiliki biaya perawatan sekitar 30 persen lebih rendah dibanding kendaraan konvensional di segmen yang sama. Selain itu, kendaraan hanya memerlukan servis berkala setiap 20.000 kilometer atau setahun sekali setelah servis pertama, tergantung mana yang lebih dahulu tercapai.
BYD menjelaskan filosofi kerja teknologi DM mengutamakan penggunaan motor listrik sebagai sumber penggerak utama. Dalam penggunaan di area perkotaan, kendaraan diklaim dapat beroperasi menggunakan tenaga listrik hingga sekitar 80 persen, sementara mesin bensin akan bekerja saat dibutuhkan untuk mendukung perjalanan yang lebih jauh.
Tak hanya mengandalkan teknologi kendaraan, BYD juga memperkuat layanan purnajual melalui garansi kendaraan hingga enam tahun atau 150.000 kilometer, serta garansi motor penggerak dan baterai tegangan tinggi selama delapan tahun atau 160.000 kilometer. Mobil juga mendukung pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA) sehingga sejumlah peningkatan sistem dapat dilakukan tanpa harus datang ke bengkel.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan perusahaan ingin memastikan pelanggan mendapatkan dukungan sepanjang masa kepemilikan kendaraan.
Selain menghadirkan jaringan dealer yang terus berkembang, BYD juga menyediakan layanan Roadside Assistance 24 jam selama enam tahun atau hingga 150.000 kilometer, serta call center bebas pulsa dan berbagai layanan digital yang dapat diakses pelanggan kapan saja.
Saat ini, jaringan dealer BYD telah tersebar di lebih dari 100 lokasi di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan menyebut perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan, baik saat proses pembelian maupun selama kendaraan digunakan oleh konsumen.

Post a Comment