Yayasan Astra Perkuat Ekosistem Industri Otomotif lewat Pembinaan UMKM dan SDM di GIIAS 2026

 

Astra


Megatrend – Yayasan Astra kembali memanfaatkan ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 untuk menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat ekosistem industri otomotif nasional. Melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ASTRAtech, perusahaan menampilkan berbagai program pengembangan UMKM/IKM manufaktur serta sumber daya manusia (SDM) vokasi di ICE BSD City, Tangerang.


Mengusung tema "Yayasan Astra Dukung Ekosistem Industri Otomotif", program tersebut menjadi wadah untuk memperlihatkan hasil pembinaan pelaku usaha kecil hingga pengembangan tenaga kerja yang disiapkan sesuai kebutuhan industri otomotif.


Ketua Pengurus Yayasan Astra–YDBA, Rahmat Samulo, mengatakan penguatan industri otomotif tidak hanya bergantung pada produsen kendaraan, tetapi juga membutuhkan rantai pasok yang kuat serta didukung SDM yang kompeten. Karena itu, Yayasan Astra terus menjalankan program pembinaan UMKM dan pendidikan vokasi secara berkelanjutan.


Dalam rangkaian GIIAS 2026, booth Yayasan Astra juga dikunjungi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Keduanya meninjau hasil pembinaan UMKM manufaktur serta program pengembangan talenta vokasi yang dijalankan Yayasan Astra.


Menurut Yayasan Astra, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara industri, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing industri otomotif nasional.


Salah satu contoh hasil pembinaan adalah PT Arkha Industries Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang painting komponen plastik dan logam itu menjadi binaan Yayasan Astra–YDBA sejak 2022.


Melalui pendampingan yang berfokus pada peningkatan kualitas, biaya, dan ketepatan pengiriman (Quality, Cost, Delivery/QCD), Arkha berhasil berkembang menjadi pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI). Perusahaan tersebut juga meraih penghargaan UMKM Mandiri Terbaik 2024 setelah memenuhi standar mutu, kapasitas produksi, dan keselamatan kerja.


Rahmat menjelaskan, sebelum mendapatkan pembinaan, PT Arkha masih tergolong usaha mikro dengan omzet di bawah Rp 2 miliar per tahun. Setelah mengikuti program pendampingan, omzet perusahaan meningkat menjadi Rp 34,96 miliar pada 2025, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 221 orang serta memiliki fasilitas produksi seluas 17.000 meter persegi.


Selain mendukung UMKM, Yayasan Astra juga mengembangkan SDM melalui ASTRAtech. Institusi pendidikan vokasi tersebut menerapkan sistem pembelajaran yang menggabungkan pendidikan di kampus dengan praktik langsung di dunia industri melalui skema Dual System.


Direktur ASTRAtech Henri Paul mengatakan seluruh materi pembelajaran disusun bersama industri agar kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pada tahun terakhir, mahasiswa juga menjalani program magang di perusahaan Grup Astra maupun IKM binaan Yayasan Astra–YDBA.


ASTRAtech juga menjalankan program Bachelor Professional Automotive Mechatronics berstandar Meister Jerman bekerja sama dengan Handwerkskammer Koblenz, ZDK Jerman, dan AHK-EKONID. Program tersebut telah menghasilkan lulusan yang kini berkarier di berbagai perusahaan otomotif, salah satunya Wisnu Prasetyo yang saat ini menjabat sebagai Workshop Supervisor PT Astra International Tbk – BMW Sales Operation.


Melalui berbagai program tersebut, Yayasan Astra berharap dapat terus memperkuat rantai pasok industri otomotif nasional sekaligus mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri pada masa mendatang.

Post a Comment

Previous Post Next Post