![]() |
| Samir |
Megatrend – Platform pinjaman daring (pindar) PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat penyaluran pembiayaan sebesar lebih dari Rp85 miliar di wilayah Bali dan Nusa Tenggara sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 66% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut disampaikan perseroan saat berpartisipasi dalam ajang Fintech Lending Days (FLD) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Bali Sunset Road Convention Center pada 20-21 Agustus 2026.
Direktur Utama Samir Handy Juniandri mengatakan bahwa pertumbuhan pembiayaan di Bali dan Nusa Tenggara sejalan dengan meningkatnya jumlah peminjam, baik dari kalangan masyarakat maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, jumlah peminjam di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 17.000 orang, mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap layanan pembiayaan digital yang disediakan perusahaan.
“Bali dan Nusa Tenggara menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan kini masuk dalam lima besar wilayah penyaluran pembiayaan Samir secara nasional. Kenaikan jumlah peminjam juga menjadi indikator meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kami,” ujar Handy dalam keterangannya di Bali.
Secara nasional, kontribusi Bali dan Nusa Tenggara menjadi bagian dari total penyaluran pembiayaan Samir yang telah mencapai lebih dari Rp2,6 triliun kepada sekitar 600.000 peminjam hingga Juli 2026.
Adapun secara kumulatif sejak beroperasi, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp7,6 triliun kepada lebih dari 1,9 juta peminjam di berbagai wilayah Indonesia.
Handy menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan tetap diimbangi dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, pengelolaan risiko yang disiplin, serta upaya menjaga kualitas portofolio pembiayaan.
Sebagai platform fintech lending yang telah berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Samir menilai ekspansi pembiayaan akan semakin didorong melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan serta peningkatan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.
“Kami meyakini pertumbuhan industri dapat terus dipercepat melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, termasuk Bali dan Nusa Tenggara, serta fokus yang lebih besar pada sektor produktif untuk mendukung keberlangsungan usaha dan pertumbuhan UMKM,” katanya.
Dari sisi pendanaan, Samir saat ini telah didukung oleh 11 institutional lender, termasuk tiga lembaga perbankan yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna.
Menurut Handy, keterlibatan institusi perbankan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan korporasi terhadap sistem pengelolaan risiko dan infrastruktur teknologi yang dimiliki perusahaan.
Dia menambahkan, industri fintech lending kini tidak hanya berperan sebagai alternatif pembiayaan, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem jasa keuangan nasional yang memperluas akses pendanaan bagi masyarakat dan UMKM yang belum terlayani secara optimal oleh lembaga keuangan formal.
“Pindar telah berkembang menjadi instrumen yang mendukung inklusi keuangan, pertumbuhan UMKM, serta mendorong aktivitas ekonomi melalui pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Post a Comment