| Pamerindo |
Megatrend – Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), cloud computing, kendaraan listrik, dan energi terbarukan mendorong kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks. Kondisi ini menjadi sorotan dalam IEE Series - Energy Week 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan fokus pada kesiapan infrastruktur energi dan teknologi untuk mendukung transformasi industri.
Di sektor data center, tantangan tidak lagi hanya soal menambah kapasitas. Indonesia saat ini memiliki 246 data center di 134 lokasi, namun industri membutuhkan infrastruktur yang lebih fleksibel, modular, dan mudah dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan konektivitas.
Kebutuhan tersebut juga berdampak pada sektor kelistrikan. Pelaku industri menilai pasokan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi syarat utama bagi berbagai aktivitas, mulai dari layanan kesehatan, manufaktur, hingga pengembangan kendaraan listrik. Infrastruktur energi kini dituntut mampu menjaga kontinuitas pasokan sekaligus mengakomodasi pertumbuhan kebutuhan listrik di masa depan. [
Sementara itu, industri baterai menghadapi tantangan dalam pengelolaan siklus hidup baterai, termasuk pengukuran kondisi baterai, pemanfaatan kembali, dan daur ulang. Penguatan ekosistem baterai dinilai penting mengingat penggunaan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Para pelaku industri sepakat bahwa infrastruktur masa depan harus lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Mulai dari data center yang skalabel, sistem kelistrikan yang andal, hingga pengelolaan baterai yang efektif, semuanya menjadi fondasi penting agar transformasi digital dan energi di Indonesia dapat berjalan secara optimal.
Post a Comment